HALAL BI HALAL KELUARGA BESAR GURU RA DAN MI KECAMATAN KRUCIL DIHADIRI KEPALA KANTOR KEMENAG KAB. PROBOLINGGO

IMG_6868IMG_6871 IMG_6872IMG_6876 IMG_6880IMG_6881 IMG_6883IMG_6885

Kab. Probolinggo (Humas) – Bapak H. Busthami, SH. M.Hi Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Probolinggo, hari ini Selasa, 26 Agustus 2014 menghadiri acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Guru RA dan MI Se Kecamatan Krucil Kab. Probolinggo. Acara ini dibuka dengan pembacaan Gema WahyuIlahi, sambutan Ketua Panitia juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya siswa-siswi di lingkungan RA/MI Kec. Krucil, hadir pula Kepala Cabang Dinas Kec. Krucil, Kepala KUA, PPAI, Kepala RA dan MI, dewan guru komite madrasah serta tokoh agama dan tokoh masyarakat sekitar.

Kegiatan Halal bi halal ini seharusnya kita maknai sebagai upaya untuk kembali pada fitrah dan suci karena kita sebagai manusia memang tidak lepas dari salah dan lupa, khusus bagi seorang guru yang dalam kegiatannya mentranformasi ilmudan pengetahuan yang dimiliki seyogyanya memiliki hati yang bersih agar supaya apa yang akan disampaikan kepada anak didik bisa diterima dengan baik. Sebagai pendidik kita harus mampu meningkatkan pelaksanaan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat, baik guru yang PNS maupun yang swasta dimanapun tugas yang diberikan merupakan amanat yang harus disyukuri serta selalu menganggapnya baik di manapun tugas kita dan tempatnya walaupun menurut talar kita masih kurang layak dan memuaskan. Kedisiplinan merupakan keharusan bagi kita sebagai tenaga pendidik karena kedisiplinan tersebut akan menjadi contoh dan uswah hasanah bagi anak buah atau bawahan yang dipimpinnya. Saat ini Pemerintah pusat telah memberikan perhatian yang cukup kepada dewan guru baik PNS maupun swasta dengan adanya bantuan Tunjangan Fungsional (TF) dan TPP Sertifikasi, karenanya marilah kita berbuat yang lebih baik lagi agar hidup kita benar-benar bisa memberikan manfaat buat semesta.

Acara dilanjutkan dengan Penceramah untuk memberikan pencerahan kepada para aktifis pendidikan, sebagaimana dalam penyampaiannya ada tujuh golongan yang nantinya akan berada pada suatu naungan Allah di mana pada hari tersebut tiada lagi tempat berteduh selain naungan Tuhan. Dengan sangat gamblang dan rinci beliau menyampaikan kepada mustami’in sehingga menjadikan nilai tersendiri bagi mereka untuk mendapatkan tambahan siraman ilmu, dan mereka dengan penuh semangat menyimak segala apa yang disampaikannya. Kata beliau di zaman akhir ini kita harus selektif dalam memilih dan memilah; tidaklah salah jika para siswa di sini bercita-cita untuk menjadi orang yang pintar, namun jadilah orang yang pandai dan berakhlak, kemudian acara ditutup dengan doa bersama, dan dilanjutkan dengan ramah tamah. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s