PEMBINAAN PERPUSTAKAAN PENGELOLA WAKAF DAN ZAKAT

218310

Kab. Probolinggo (Gara Syariah) – Kementerian Agama Kab. Probolinggo terus berbenah dalam menata dan memenej istansinya dengan sungguh-sungguh terbukti hampir setiap hari selalu melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pembinaan. Hari ini 22/10 misalnya sedang dilaksanakan Kegiatan “Pembinaan Perpustakaan Pengelola Wakaf dan Zakat di Lingkungan Kankemang Kab. Probolinggo, yang dihadiri oleh Kepala KUA, Penyuluh Agama Fungsional, Pengurus Forum Konsultasi Nadhir Wakaf (FKNW), Pengurus UPZ serta Nadir dan Takmir Masjid Se Kab. Probolinggo.

Acara ini dibuka dengan laporan Panitia oleh Bapak Drs. M. Haris Hikmawan, M.Pd.I yang sekaligus Penyelenggara Syariah Kankemenag Kab. Probolinggo, beliau menyampaikan terima kasih atas kehadiran para undangan. Kegiatan ini memiliki maksud dan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada kita semua terkait menejemen pengelolaan wakaf dan zakat, kita harus membangun komitmen kebersamaan, sinergi ke arah perbaikan serta untuk meningkatkan kwalitas SDM pengelola wakaf dan zakat yang independen, amanah, professional, transparan dan akuntabel. Sedangkan penyaji dalam acara ini terdiri dari dua orang; pertama dari unsur Badan Pertanahan Nasional (BPN) Probolinggo diwakili Bapak Wiryawan Kuncahyohadi, A. Pthn, M.Eng, kedua dari unsur Kemenag Bapak Dr. H. Muh. Nurhasan, SH.M.Hum.

Selanjutnya Sambutan Kepala Kankemenag Kab. Probolinggo Bapak H. Busthami, SH. M.Hi beliau menyampaikan terima kasihnya kepada Bapak Wiryawan atas kesempatan hadir untuk memberikan pembinaan kepada para undangan terkait tema di atas, karena bagaimanapunBPN Probolinggo telah memberikan konstribusi kepada Instansi di kementerian agama termasuk pensertifikatan tanah KUA yang belum memiliki surat resmi, Alhamdulillah sekarang sudah selesai dan tinggal menunggu proses selanjutnya. Sedangkan terkait zakat kita janganlah menggunakan rumus matematika kalau diberikan akan berkurang, namun rumus kita adalah nurani dan firman Allah serta sabda Rasul-Nya bahwa setiap apa yang kita keluarkan akan menjadikan berkah pada rizki yang kita miliki, kita harus memulai seperti di sini bahwa seluruhPNS telah menyisihkan sebagian gajinya untuk disalurkan ke BAZ yang kemudian ditashorrufkan kepada yang berhak sesuai tatanan Qur’ani; siapa tau kata beliau dengan hanya 25 ribu perbulan bisa mempermudah jalan kita dalam mencari ridho Allah dan jalan mulus menuju surga-Nya, amin.

Kita harus menggugah diri untuk mampu memulai dari hal terkecil untuk melakukan suatu kebaikan, karena tanpa dimulai untuk berubah dan mengubah rasanya sangat sulit untuk mewujudkan itu semua, dalam hal zakat kita menyadari akan hak orang lain yang ada pada diri kita untuk kemudian ditashorrufkan kepada mereka, sementara dalam bidang wakaf beliau mencohkan Hadrotus Syaikh KH. Zaini Mun’in Pendiri dan Pengasuh pertama PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo, yang mana beliau pernah mewakafkan beberapa bidang tanahnya untuk pendirian lembaga pendidikan Islam yang sekarang sudah dikelola Pemerintah yakni MIN, MTs.N dan MAN Paiton, yang mana ketiganya sebelumnya merupakan lembaga yayasan yang diserahkan kepada Pemerintah dan di Negerikan, beliau tidak merasa kwatir atas tanahnya karena dalam benak beliau hanya ingin mencari ridho dari Allah Swt.

Bapak Wiryawan Kuncahyohadi, A. Pthn, M.Eng menjelaskan bahwa jenis tanah terdiri dari dua jenis; jenis tanah GG tanah yang dikelola pemerintah atau tanah Negara, dan tanah Yasan yaitu tanah yang diwajibkan bayar pajak. Menurut beliau persertifikatan tanah KUA seperti yang telah dilakukan sangatlah baik demi sahnya hak milik tanah dan bisa terbebas dari kemungkinan gugatan atas tanah tersebut, seperti yang disampaikan oleh kepala Kankemenag tadi masih ada beberapa KUA yang belum bersertifikat seyogyanya harus secepatnya dilakukan pensertifikatan lebih lanjut agar asset Negara menjadi jelas keberadaannya, secara detail beliau menjelaskan tentang proses pengajuan, kebijakan PPAIW dan PPATS dan para undangan dengan sangat antusias mengikuti setiap paparannya.

Menurut Dr. H. Muh. Nurhasan, SH. M.Hum, kebijakan terkait pertanahan telah diatur dalam undang-undang pertanahan UU No 5 tahun 1960 tentang Pokok-pokok Agraria, terkait zakat dan wakaf begitu diatur sesuai dengan PP No. 28 tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik, UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, PP No. 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan UU No 41 tahun 2004 tentang wakaf dan peraturan terkait lainnya. Sekarang tinggal kita bagaimana mau mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat tentunya, namun sebagai abdi negara yang baik tentunya akan melakukan suatu tindakan hukum harus sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sesuai dengan perkembangan lebih lanjut. Acara ditutup dengan doa bersama oleh salah satu kepala KUA yang hadir. (Ansori)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s