Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jatim Berharap BWI Mampu Mewujudkan Masyarakat Yang Bermartabat dan Mewujudkan Aset Wakaf Yang Bermanfaat

Bpk. H. Busthami, SH. M.HI Kepala Kankemenag Kab. Probolinggo sedang menyampaikan arahan kepada UndanganDrs. H. Moh. Fachrur Rozi, M.HI Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jatim Sedang Memberikan Pengarahan Kepada BWI Kab. Probolinggo Drs. H. Moh. Moh. Fachrur Rozi, M.HI Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jatim didampingi Drs. Supriyad, MM Kasi Pemberdayaan Zakat Jatim dan Drs. KH. Basori Alwi, M.Pd  Praktisi Penguatan&Pengembangan Ekonomi PP. Sidogiri PasuruanSituasi Rapat BWI Kab. Prob

Kab. Probolinggo (Humas) (28/1) Bertempat di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan Probolinggo, hari ini Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jatim bersama Pengurus BWI Provinsi Jawa Timur menghadiri undangan BWI Perwakilan Kab. Probolinggo dalam rangka memberikan pecerahan dan problem solving konflik internal di daerah.

Ketua BWI Perwakilan Kab. Probolinggo Bpk Basori, SH menyampaikan terima kasih kepada BWI Provinsi Jawa Timur yang dalam hal ini diwakili Bpk Drs. H. Moh. Fachrur Rozi, M.HI (Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jatim) bersama Bpk Drs. Supriyadi, MM (Kasi Pemberdayaan Zakat Kanwil Kemenag Jatim) dan Drs. KH. Basori Alwi, M.Pd (Praktisi Penguatan dan Pengembangan Ekonomi Pondok Pedantren Sidogiri)  serta semua rombongan BWI Jatim untuk memberikan Pembinaan sekaligus arahan kepada Pengurus BWI Kab. Probolinggo dalam menyikapi segala permasalahan terkait beberapa tanah wakaf dan dalam rangka mengembangkan potensi wakaf Kab. Probolinggo yang menjadi tugas kita bersama baik BWI maupun Kementerian agama bidang penyelenggara syariah.

Tak lupa juga kepada Kepala Kankemenag Kab. Probolinggo, Bpk H. Busthami, SH. M.HI, Bpk. Drs. H. Mahbub Maliki, M.Si, Camat dan Kepala Desa, Ketua Nadzir dan Takmir Masjid serta para undangan yang hadir. Marilah pertemuan ini kita pergunakan dengan baik dan seefektif mungkin. Dalam bertindak hendaknya kita selalu mengingat ajaran Rasulullah Saw. Kita Pengurus BWI akan terus berbuat dan bersinergi dengan kemenag dan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan perwakafan di Probolinggo.

Sependapat dengan Bpk. Drs. H. Mahbub Maliki, M.Si Perwakilan Pemkab. Probolinggo Kepala Kankemenag Kab. Probolinggo menyampaikan agar kita para pengurus hendaknya selalu aktif berkoordinasi dan menumbuhkan potensi demi meningkatnya perwakafan di Probolinggo yang tentunya mengacu pada UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan ketentuan perwakafan lainnya. Terkadang kita masih merasa berat untuk mewakafkan harta kekayaan kita namun itu setidaknya kita bisa berbuat dan membantu menyelesaikan permasalahan wakaf, syukur-syukur bisa mengembangkan perwakafan lebih produktif sehingga bisa berkembang sebagai aset wakaf yang baik. Semoga kehadiran kita semua hari ini mulai dari jajaran Kanwil Kemenag Jatim, BWI Jatim, Pemkab dan Para Undangan serta BWI Probolinggo bisa mendapatkan barokah dari Allah Swt. amin.

Sementara BWI Provinsi Jawa Timur yang diwakili Bpk Drs. H. Fachrur Rozi, M.HI menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kankemenag Kab. Probolinggo Bpk. H. Busthami, SH. M.HI yang telah banyak membantu dan memfasilitasi kegiatan BWI Kab. Probolinggo, juga kepada Para Pengurus BWI untuk bersemangat dan tetap bekerja dengan ikhlas, harapannya melalui pertemuan semacam ini kita bersama-sama tancap gas, menjemput bola dalam meningkatkan kepedulian kita kepada permasalahan wakaf di daerah. Karena persoalan seberat apapun apapun kalau dimusyawarahkan in sya Allah akan ada jalan keluarnya.

BWI harus selalu mendorong dan menggugah masyarakat untuk mencapai tujuannya yakni mencari nilai barokah dari Allah atas harta yang diwakafkannya, tentunya meminimalisir problem yang timbul di kalangan masyarakat yang sering terjadi antara Wakif dan Nadzir. Terkait permasalahan antara Yayasan dengan Nadzir ini sudah jelas diatur dalam Undang-Undang yang ada, Yayasan diatur dalam UU No. 28 Tahun 2004 sebagai perubahan atas UU No. 16 Tahun 2001 tentang yayasan dan masalah wakaf telah diatur dengan UU no. 41 tahun 2004, kiranya ini bisa menjadi rujukan ketika ada sengketa di tingkat bawah.

Beliau berpesan pula agar BWI mengerti tentang Fungsi yang sebenarnya bahwa BWI mengelola, mengembangkan dan mempertahankan aset wakaf. Kita cari yang jelas saja dan jangan mencari yang tidak jelas, Berkatalah yang baik, kalau tidak bisa lebih baik diam. Kita tingkatkan silaturrahim tentunya disesuaikan dengan budaya setempat dan disampaikan dengan santun sesuai bahasa agama, agar apa yang kita sampaikan tidak berimplikasi sakitnya sekelompok masyarakat, semoga pertemuan ini bisa memberikan barokah, bisa menyelesaikan segala problema yang ada menuju masyarakat yang bermartabat dan mampu mewujudkan aset wakaf yang bermanfaat, tutupnya. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s