Ketua PC. JQH. NU Kab. Probolinggo Menghadiri Pembinaan Kepala dan Guru TPQ Kecamatan Wonomerto

10965595_926538244024518_398841453_n10966592_926544154023927_1456591797_n 10966815_926537700691239_1681772749_n

Kab. Probolinggo (Humas) Bertempat di Masjid Ar-Rahman Masjid Besar Kecamatan Wonomerto, hari ini, Jum’at, 13-2-2015 Tepat Jam 13.00 WIB acara Pembukaan  Pembinaan Kepala dan Guru TPQ Se Kecamatan Wonomerto dibuka dan dimulai. Hadir dalam acara ini Ketua PC. JQH (Jamqur) Kab. Probolinggo (KH. Sun’an Hadi), Ketua PAC. JQH Kec. Wonomerto (Mohamad Sugeng, S.PdI), Kepala KUA Wonomerto (H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag. SH. M.Hum) Rais Syuryah MWC NU (Ky. Abdullah) serta Kepada dan Guru TPQ di Kec. Wonomerto.

Dalam sambutannya Kepala KUA Kec. Wonomerto Bpk. H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag. SH. M.Hum menyampaikan terima kasih kepada para Kepala dan Guru TPQ Se Kec. Wonomerto, Pengurus PAC. JQH, Pengurus MWC.NU, PAIF, terutama kepada Jajaran Pengurus PC. JQH Kab. Probolinggo KH. Sun’an Hadi. Saya atas nama Kepala KUA Wonomerto sangat merasa senang atas terlaksananya acara ini sekaligus memberikan appresiasi kepada semua panitia yang telah memplanning, merencanakan dan melaksanakan programnya, yang hal ini memang menjadi salah satu tugas JQH bersama LPTQ tingkat kecamatan yang tentunya juga tidak lepas dari peran MWC. NU, Penyuluh Agama, KUA dan Pihak kecamatan, karena kepengurusan JQH / JAMQUR di SK tampak sekali keterlibatan pihak-pihak tersebut, kita harus selalu menjaga kebersamaan dalam meningkatkan peran kita di masyarakat dalam membangun moral bangsa dengan semangat juang yang tinggi, ikhlas dan mengedepankan akhlaqul karimah.

Saya sangat prihatin manakala melihat generasi muda saat ini sudah mulai luntur, ukurannya sebenarnya sangat sederhana; setiap ada calon pengantin (catin) di kantor waktu pelaksanaan pemeriksaan atau rafa’ kita selalu menanyakan kepada mereka, alumni mana dan apakah bisa mengaji ? namun jawabnya ia dulu pernah mengaji dari kiai fulan. Itu modal saya untuk mengambil satu kesimpulan bahwasanya anak-anak sekarang sudah mulai luntur berkomonikasi dengan kiainya padahal hidup ini akan terarah manakala kita senantiasa membangun hubungan baik dengan kiai atau guru-guru kita, dekadensi moral di kalangan remaja harus kita cegah paling tidak kita harus berupaya untuk meminimalisir terjangkitnya penyakit menular akhlak tercela bagi mereka, mereka adalah  aset bangsa, aset negara, pemimpin masa depan, maka selayaknya bahkan wajib kita perjuangkan mereka agar kelak menjadi anak yang baik dan berkarakter.

Berikutnya sambutan Penyuluh Agama Islam Wonomerto menghimbau agar setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Lembaga, Lajnah dan Banom melibatkan dan berkoordinasi dengan MWC NU setempat kecuali acara tersebut diadakan oleh lembaga lain yang secara kelembagaan tidak ada sangkut pautnya dengan organisasi tertentu, marilah kita belajar untuk disiplin dalam berorganisasi agar terwujud keharmonisan di kalangan umat, kita berbuat untuk mereka tentunya menggukan aturan main yang benar baik menurut Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) ataupun menurut tata kelola organisasi yang menaunginya. Acara pembinaan semacam ini sangat baik jika dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan demi terciptanya pengelolaan Taman Pendidikan Al-Qur’an yang baik dan berkwalitas, seperti yang telah disampaikan oleh Kepala KUA, beliau mempersilahkan kepala Ketua JQH untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak dan KUA bisa menjadi Kantor Sekretariat sebagaimana IPHI juga kita galakkan demi terwujudnya organisasi yang sehat dan berkwalitas dalam memberikan khitmad kepada masyarakat.

Sementara KH. Sun’an Hadi Ketua PC. JQH   Kab. Probolinggo menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sebagai wujud nyata dari pengurus PAC. JQH Kec. Wonomerto untuk memupuk kecintaan kita akan Al-Qur’an. Ke depan kita lebih tingkatkan lagi kegiatan semacam ini, karena ketika kita berbicara tentang Al-Qur’an banyak hal yang menjadi bahasan mulai pengusaan tilawah, tahfid dan metode. Wonomerto sebenarnya sudah memiliki beberapa orang yang pernah mewakili Jawa Timur ke Jakarta dalam bidang Tahsin yakni Ustad Sulaiman, juga yang lainnya ada beberapa santri TPQ dengan metode At-Tanzil juga pernah mewakili Kab. Probolinggo di ajang lomba tingkat Provinsi. Namun itu semua tetap memerlukan semangat dan kebersamaan, JQH (Jamqur) memiliki metode tersendiri yaitu metode Tartila akan tetapi kepada pengelola TPQ kami memberikan kebebasan untuk memilih metode mana saja yang dianggap cocok untuk dipergunakannya, tidak ada paksaan dalam menggunakannya, tapi sebagai tambahan ilmu pengetahuan tidak ada salahnya kita pelajari bersama.

Rais Syuryah MWC. NU Kec. Wonomerto Ky. Abdullah menggaris bawahi apa yang disampaikan oleh Kepala KUA agar kegiatan semacam ini terus ditingkatkan demi memupuk masyarakat yang berjiwa Qur’ani, akan melahirkan santri yang mampu memahami Kitab Allah dengan benar dan baik, dan merekalah harapan kita di masa depan, pada merekalah bertumpu suatu harapan, agar kelak mampu mewujudkan masyarakat islami yang madani. Dan kepada Para Kepala dan Guru TPQ tingkatkanlah semangat jangan sampai luntur pererat persatuan, satukan persepsi dalam berorganisasi, mari kita jalani dengan ikhlas tanpa adanya tendensi dan kepentingan. Semoga pertemuan ini ada hikmah dan Barokahnya, amin. Selanjutnya beliau menutupnya dengan doa bersama. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s