Peringatan 1 Muharram 1437 H Keluarga Besar RA, MI, MTs Miftahul Ulum Wonomerto Gelar Istighosah Bersama

11219232_1007347155955442_5420658879879745223_n

Wonomerto, 13/10 Bertempat di halaman RA, MI, MTs Miftahul Ulum Tunggak Cerme Kec. Wonomerto Malam 1 Muharram 1437 diramaikan dengan kegiatan “Istighosah Bersama” Keluarga Bsar Yayasan tersebut dengan melibatkan semua santri, siswa,  Komite dan semua dewan guru. Acara yang digelar merupakan permohonan doa bersama kepada Allah SWT. untuk senantiasa memberikan siraman nur ilahi kepada seluruh umat manusia, utamanya kepada anak didik dan guru.

Tampak pula Ketua Yayasan Miftahul Ulum Nurul Hasan M. Mushlih, M.PdI, Ketua MUI Wonomerto KH. Abdul Malik DM, Sekretaris MWCNU Fathurrozi Amien, M.PdI, dan tidak ketinggalan pula Kepala Desa Tunggak Cerme bersama Kepala MI dan MTs serta semua guru duduk berjejer dibarisan depan untuk memberikan semangat kepada para anak didik. Pada waktu tersebut juga disampaikan ceramah agama terkait hikmah dibalik peringatan 1 Muharram yang disampaikan KH. Abdul Malik Damanhuri yang didampingi M. Muhsin, S.Pdsalah satu kepala madrasah di yayasan tersebut.

12079689_1007347195955438_6699915528624921417_n

Rasulullah SAWW sendiri, dengan perkenan Allah SWT dalam firmanNya, menetapkan bahwa bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (Rajab, Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram), dan didalamnya dilarang melakukan peperangan dan tindak kekerasan lainnya.

Muharram memiliki makna diharamkan atau yang sangat dihormati, dan merupakan bulan gencatan senjata (bulan perdamaian), hal ini menunjukkan bahwa umat Islam di manapun harus selalu bersikap damai, tidak boleh berperang kecuali jika diperangi terlebih dahulu. Kaum muslimin menghormati dan memaknai Muharram dengan spirit penuh perdamaian dan kerukunan. sebab, Nabi Muhammad saw pada khutbah haji wada’ yang juga di bulan haram mewanti-wanti ummatnya agar tidak saling bermusuhan, bertindak kekerasan, atau berperang satu sama lainnya.

12141505_1007347245955433_7875678807042844681_n

Esensi dari spirit Muharram tersebut merupakan pengendalian diri demi terciptanya kedamaian dan ketentraman hidup, baik fisik, sosial, maupun spiritual. karena itu, di bulan Muharram Nabi Muhammad saw menganjurkan ummatnya untuk berpuasa sunnah Asysyuro ( puasa pada hari kesepuluh di bulan Muharram).

Dari Abu Hurairah , Nabi Muhammad saw bersabda,” puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. dan shalat yang paling utama adalah shalat malam.”(HR.Muslim).

Ibnu Abbas berkata,” Aku tak melihat Rasulullah saw mengintensifkan puasanya selain Ramadhan, kecuali puasa Asysyuro.” (HR.Bukhori). dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abi Qatadah, Nabi saw bersabda,”Puasa Asysyuro itu dapat menghapus dosa tahun sebelumnya.”(HR.Muslim).

Melalui puasa sunnah itulah, ummat Islam dilatih dan dibiasakan untuk dapat menahan diri agar tidak mudah dijajah oleh hawa nafsu, termasuk nafsu dendam dan amarah sehingga perdamaian dan ketentraman hidup dapat diwujudkan di Indonesia. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s