Untuk Cegah Korupsi Kemenag Probolinggo Sosialisasikan UU 31/1999 Jo. UU No. 20/2001

imageKab. Probolinggo (Humas) Bertempat di Ruang Pertemuan RM. Rahayu Sumberasih, hari ini tanggal 18 Nopember 2015 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menggelar ““Pembinaan Pegawai dan Sosialisasi Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak pidana Korupsi” Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)  di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.
Acara ini diikuti sebanyak 40 Orang peserta terdiri dari para Kasi, Penyelenggara, Kepala KUA, Pengawas, Kepala Satker, KTU, Penyuluh Agama, Perencana, Bendahara dan BMN dengan nara sumber dari Kejaksaan Negeri dan Kemenag Probolinggo.
Hal ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya dalam melakukan pencegahan tindak pidana korupsi bagi ASN Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo. Sebagaimana penjelasan Bpk. H. Busthami, SH. M.HI (Kepala Kankemenag) saat membuka acara Sosialisasi Undang-Undang ini. Beliau menyebutkan, agenda ini bertujuan untuk mencapai tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih dari korupsi.
Dengan adanya kegiatan ini nantinya diharapkandapat melahirkan abdi negara yang jujur, profesional, objektif dan akuntabel serta bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), Dan akhirnya dapat mengetahui modus operandi perbuatan-perbuatan atau tindakan penyalahgunaan penggunaan keuangan negara; serta dapat meminimalisir kerugian negara diberbagai sektor keuangan dan perekonomian.
Disamping itu juga sebagai tambahan ilmu dan wawasan para Aparatur Sipil Negara dan semua penyelenggara pemerintahan agar berhati-hati dalam melaksanakan setiap tugas kegiatan, mengambil kebijkan khususnya yang berkaitan dengan penggunaan uang dan anggaran negara. Lebih baik berhati-hati demi keselamatan kita baik di dunia maupun di kahirat kelak.
Sementara itu menurut Bpk Jaksa Pidana Khusus Kantor Kejaksaan Negeri Probolinggo Bpk Widi Trismono, SH. bahwa Korupsi merupakan salah satu tindak pidana yang menjadi musuh seluruh bangsa di dunia ini. Sesungguhnya fenomena Korupsi sudah ada di masyarakat sejak lama, tetapi baru menarik perhatian dunia sejak perang dunia kedua berakhir.
Di Indonesia praktik korupsi sudah parah dan akut, banyak contoh praktik korupsi yang terekspos ke permukaan. Korupsi sudah bisa diibaratkan seperti sebuah penyakit kanker akut yang ganas mampu menjalar ke sel-sel organ publik, menjangkiti hampir pada seluruh lembaga-lembaga tinggi Negara baik legislatif, eksekutif maupun yudikatif bahkan ke Badan Usaha Milik Negara dan Swasta.
Sebenarnya banyak upaya yang dilakukan oleh Pemerintah yakni dengan menerbitkan beberapa ketentuan perundangan seperti UU No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN); UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana korupsi; UU No. 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK); bahkan Presiden pernah mengeluarkan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 Tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Harapan kita dengan kegiatan ini akan mampu merubah watak, sifat dan karakter Aparatur Pemerintah untuk lebih dan mampu menjaga kredibelitasnya dan khusnul Khotimah, amin. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s