Hari Pendidikan Nasional Dimeriahkan Berbusana Tradisional di Era MEA 2016

20160502_081309

Seiring perjalanan waktu, pendidikan pun sudah mulai tumbuh dan berkembang sesuai dengan tuntutan dan tantangan zaman yang semakin berevolusi dengan mengikuti kebutuhan dan hasrat manusia. Pendidikan merupakan salah satu bentuk pilar dalam berbangsa dan bernegara. Pendidikan juga termasuk sebagai the agen of change dalam kancah di dunia pendidikan. Untuk memanusiakan manusia adalah melalui pendidikan yang layak dan baik serta akan membentuk insan yang kamil.

20160502_082416

Suatu negara dikatakan sebagai negara yang tumbuh dan berkembang apabila pendidikannya mulai orbit di dunia modern. Hal ini tidak terlepas dengan gagasan, pemikiran, inspiratif, inovatif, kreatifitas dan kooperatif serta dapat berkolaborasi dengan berbagai unsur pendidikan dan juga berbagai elemen instansi  yang dapat menunjang kemajuan pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang berada di sekitar kita khusus di Indonesia.

Kita perlu juga menyadari, bahwa masih banyak suadara-saudara kita yang masih jauh tertinggal untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Oleh karena itu, kita sebagai warga masyarakat yang mendapatkan pendidikan perlu kiranya kita untuk memberikan bantuan dan pelayanan kepada suadara-saudara kita yang ada dipinggiran maupun yang ada di daerah terpencil khususnya di pedalaman.

20160502_090039

Pada hari Pendidikan Nasional ini, kita perlu bersyukur dan bermunajad kepada Allah SWT agar kita semua dan bangsa kita selalu mendapatkan rahmat dan hidayah dari–Nya. Sebagai bentuk bersyukur kita kepada Allah SWT dengan berdoa, memeriahkan dan mengenang para pendahulu serta pejuang bangsa yang telah merubut kemerdekaan dari tanggan para penjajah demi bangsa dan negara untuk melepaskan diri dari cengkramannya. Dengan berbusana tradisonal ini, juga mengenang para tokoh pejuang para wanita yang ikut andil dalam memperjuangkan emansipasi wanita dalam membangun rasa persatuan dan kesatuan serta memberikan motivasi terhadap pentingnya pendidikan bagi para wanita. Kita tahu, bahwa wanita merupakan tiang suatu negara, bila para wanitanya baik maka negara itu akan menjadi baik pula, tetapi sebaliknya, apabila para wanita di negara itu buruk maka negara itu akan mengalami kehancuran. Artinya, bahwa seorang wanita adalah mempunyai gelar seorang ibu. Ibu itu akan melahirkan putra-putri yang nantinya akan menjadi penerus suatu masyarakat, bangsa dan negaranya. Oleh Karen itu pula, seorang wanita akan melahirkan pemimpin/kholifah yang mulai. Dan juga seorang ibu akan menyandang gelar “Ibu Pertiwi”.

Kita masih ingat dengan para tokoh wanita Indonesia seperti, Ibu R.A Kartini, Ibu Dewi Sartika, dan Maria Walanda Maramis serta para tokoh ibu lainnya yang telah memberikan sumbangsih pemikiran tentang perannya sebagai seorang wanita sekaligus seorang ibu terhadap bangsanya khususnya bagi bangsa Indonesia. Beliau sangat memberikan inspiratif bagi bangsa Indonesia khusus dalam emansipasi wanita. Beliau berjuang melawan penjajah dan juga merintis pendidikan bagi para wanita Indonesia agar wanita-wanita di Indonesia tidak akan menjadi wanita yang selalu berdiam diri, terpaku, melayani, dan pasif tidak berperan dalam kehidupan di masyarakat, justru beliau mengajarkan para wanita ikut andil dalam berjuang, memberantas kemiskinan, dan kebodoahan juga pula menanamkan jiwa-jiwa wanita yang patriot sejati dalam menghadapi para penjajah demi masa depan anak-anak bangsa Indonesia. Hal ini, patut kita tiru, beliau merupakan tonggak bagi wanita Indonesia untuk mengikuti jejaknya agar kita bisa membangun bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang memiliki adat ketimuran, wanita yang mulia, wanita yang sejati dan wanita rela berkoran demi bangsanya.

Dengan berpakai budaya busana tradisional yang melekat pada wanita Indonesia merupakan salah satu budaya yang perlu tetap dilestarikan dan dikembangkan agar tidak meninggalkan budaya busana adat yang ada di Indonesia. Kendatipun demikian. Arus perkembangan budaya dan informasi semakin maju dan serba canggih dengan melalui berbagai media, seperti media elektronik, media cetak dan media sosial. Dengan ini pula, semakin pesatnya, budaya busana  modern yang dapat mengilas budaya tradisional sehingga kita semua tergiur dan mulai bergeser untuk melupakan dan akan meninggalkan budaya busana adat tradisonal. Oleh sebab itu, mari kita tetap eksis dalam melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya yang kita miliki demi menjaga kelestarian kebudayaan di Indonesia.

Searah dengan perjalanan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Comunity (AEC) yang mengarah terhadap pasar bebas. Bangsa Indonesia perlu mempersiapkan diri dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan jalur pendidikan. Dalam menghadapi MEA ini, masyarakat Indonesia sangat perlu untuk memperhatikan pendidikannya terutama dalam berbagai sektor yang dapat memberikan persiapan bagi peserta didik untuk dapat bersaing dalam kompetisi pasar bebas. Oleh karena itu, peran pendidikan dalam pasar bebas khususnya di MEA adalah ;

 1)Pendidikan Memberikan Keterampilan (Life skill) bagi peserta didiknya setelah keluar dari lembaga dapat dimanfaat secara maksimal.

 2)Pendidikan sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan (IPTEK) bagi peserat didik agar mampu bersaing dalam mengikuti perkembangan teknologi secara global di pasar bebas.

3) Pendidikan Sebagai Saran Mental Yang Tangguh Dan Kedisiplinan bagi peserta didik yang dapat memberikan pelayanan pendidikan mental yang kokoh dan membentuk kepribadian anak didik yang disiplin sehingga mereka dapat bekerja kerjas, mempunyai kepercayaan yang kuat dan kedisiplinan yang mapan.

4) Pendidikan sebagai sarana Pembinaan Akhlaq dalam menghadapi budaya luar. Pendidikan akhlaq sangat penting untuk ditanamkan kepada anak didik agar mereka tidak mudah terbawa arus global yang memberikan dapak negatif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang memiliki budaya yang tinggi, menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsanya di berbagai bangsa di dunia.

Dari empat komponen di atas tentunya merupakan tanggungjawab kita semua, akan tetapi yang lebih berperan dalam hal ini adalah para lembaga pendidikan baik pendidikan formal, informal maupun nonformal. Dari ketiga lembaga tersebut tentu akan memberikan pelayanan yang layak untuk dapat meningkatkan  masyarakat Indonesia dalam pendidikan di era Masayarakat Ekonomi ASEAN. Written By : HASAN, M.Pd.I (Kankemenag Kab.Probolinggo).

Iklan

2 pemikiran pada “Hari Pendidikan Nasional Dimeriahkan Berbusana Tradisional di Era MEA 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s