Dr. H. Muh. Nurhasan : Puasa dan Respon Kita Akan Dampak Globalisasi

Dr. Nurhasan

Kab. Probolinggo (Inmas) Masjid Ar-Rohiem Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo setiap harinya tidak pernah sepi dari kegiatan untuk menghidupkan bulan suci Ramadan. Di mana pada hari ini, Rabu, 15 Juni 2016 Kegiatan Kajian Ramadan diisi oleh Kasi PD-Pontren, Dr. H. Muhammad Nurhasan, dengan mengangkat Tema : Puasa dan Respon Kita Akan Dampak Globalisasi.(15/6).

Tema yang diangkat ini memang beliau ingin mengajak sekaligus memperjelas bahwa puasa hendaknya bisa mewarnai kehidupan kita tanpa berbatas pada tempat, waktu dan situasi tertentu. Namun puasa sekiranya mampu menjadi perekat jasmaniyah dan rohaniyah manusia dalam memupuk kesadaran dirinya.

Beliau menegaskan bahwa Grobalisasi harus bisa kita sikapi dengan bijak, karena globalisasi merupakan keniscayaan dalam perkembangan kehidupan dan peradaban manusia itu sendiri. “Seorang muslim harus alim agamanya dan harus ekspert dalam bidang yg ditekuninya serta mesti mengikuti perkembangan Iptek secara terus-menerus agar memiliki SDM yang mumpuni.

Respon kita terhadap globalisasi harus mampu menjawab segala tantangan, kita tidak perlu lari dari teknologi, ambil manfaatnya saja seperti misalnya; handphone yang kita pegang bisa menjadi jam Beker yang akan membangunkan tidur kitauntuk bangun malam, qiyamul lail, bisa membangunkan kita untuk makan sahur, bahkan Handphone tersebut juga bisa dipergunakan untuk mencari ayat al-Qur’an secara online yang tentunya juga bisa dilakukan dengan baik untuk segala hal.

Saat inipun kita harus bisa menerapkan dua hal sekaligus, baik Dzikir secara pasif maupun dzikir aktif. Untuk hal ini bisa kita baca QS. Ali Imron ayat 190-191, yang intinya penggabungan antara Fikir dan Dzikir.

Artinya Ayat tersebut adalah : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. Ali Imran : 190).

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. (QS. Ali Imran : 191).

Dari ayat ini jelaslah bahwa manusia selalu membutuhkan para Ulama karena merekalah yang ekspert pada bidang tersebut. Dan mereka pulalah yang benar-benar takut kepada Allah Swt dalam segala kondisi yang ada. (QS. Alfatir : 28) yang artinya “Sesungguhnya Yang Takut Kepada Allah Diantara Hamba-Hambanya Adalah Mereka Para Ulama.”

Semoga kita semua, dengan kegiatan Ramadan baik melalui puasa, sholat ibadah yang lain mampu merefleksikan dalam kehidupan kita selanjutnya, amin. Acara yang dipandu oleh Qudsiyah Azizah ini akhirnya selesai dengan baik sebagaimana yang dihapkan. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s