Seorang guru dituntut menyiapkan generasi yang berilmu dan berakhlaq mulia

bimtek-pelaksanaan-uambn-mts

Kab. Probolinggo (PendMa) – Bertempat di Aula Al-Ikhlas Kankemenag Kabupaten Probolinggo, hari ini Senin (20/2) Seksi PendMa menggelar “Bimtek Penyelenggaraan UAMBN  2017” yang diikuti sebanyak 180 Kepala Madrasah Tsanawiyah se Kabupaten Probolinggo.

Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia H. Muh. Sa;dun bahwa acara digelar demi untuk memberikan konsep dan pemahaman terkait pelaksanaan UAMBN sesuai dengan juknis yang telah dikeluarkan oleh kemenag.

Kepala Kankemenag H. Santoso saat membuka acara menyampaikan arahannya bahwa pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) harus betul-betul dipersiapkan agar berjalan lancar dan sukses.

“UAMBN bisa berjalan lancar dan sukses tentunya harus dibangun komunikasi yang baik antara Madrasah penyelenggara dengan Seksi PendMa dan Dinas Pendidikan karena tanpa membangun komonikasi bisa bisa kita ketinggalan informasi,” jelasnya.

Beliau sempat bercerita bahwa dirinya pernah menjabat Kasi Mapenda, pernah juga Kepala Kemenag Banyuwangi, yang tujuannya untuk menggugah para Kepala Madrasah terus bersemangat dalam menjalankan amanahnya sebagai abdi negera. Karena menjadi guru sebisa mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk generasi kita menjadi generasi yang sholih-sholihah serta memiliki kompetensi keilmuan dan moralitas yang unggul.

Menurutnya, seorang pendidik baru bisa dikatakan sukses jika anak didiknya menjadi apa yang kita nyatakan diatas tentunya melalui tahapan ujian, berhasil tidaknya sejauh mana bapak ibu guru melakukan transformasi keilmuannya kepada mereka. Saat ini guru dibedakan menjadi guru professional dan non professional, bagi mereka yang sudah professional telah memiliki sertifikat sertifikasi maka Pemerintah memberikan tunjangan profesi kepada mereka.

Oleh karenanya seorang guru dituntut untuk menyiapkan generasi yang berilmu dan berakhlaq mulia yang tentunya harus memberikan teladan bagi murid-muridnya. Bagaimana kita mampu memberikan teladan kalau kita sendiri tidak mengamalkannya, karena itulah seorang guru harus benar-benar menjaga eksistensinya sebagaimana seharusnya menjadi seorang guru tutup H. Santoso.

Bimtek juga diisi oleh Dr. H. Muh. Nurhasan terkait keluarga sakinah, mungkin agak meenceng tapi dimaksudkan bahwa ketenangan dalam sekolah sebagai modal awal tenangnya rumah tangga. Seorang guru dituntut untuk mampu membangun rumah tangganya dahulu, mendidik siswa-siswinya dengan keilmuan dan adab pribadinya, maka in Sya Allah siswa-siswinya akan terbangun pribadi yang beriman dan berilmu.

Sementara Kasubag TU H. Fausi menjelaskan kebijakan Pemerintah terkait pendidikan madrasah yang semakin hari semmakin berkembang harus pula menjadikan perhatian khusus kita dalam mendidik dan menyiapkan generasi bangsa. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s