Disela-sela Giat Isro’ Mi’roj dan Harlah NU ke 94, Anggota DPR-RI Komisi VIII Serahkan Penghargaan Pemenang Juara 2 Kaligrafi Kontemporer Aksioma Tingkat Provinsi Jatim

Isro' Mi'roj Dihadiri Bupati dan Anggota DPR-RI

Kab. Probolinggo (Inmas) Acara diawali dengan gema lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan gebyar Sholawat Nabi Simtudduror oleh PAC MDS Rijalul Ansor Wonomerto. Dalam sambutannya Ketua MWCNU Wonomerto, H. Moh. Hasan Siddiq menyampaikan terima kasih kepada semua undangan baik dari jajaran Forkopincam-KUA, Cabdin, para akademisi pendidikan, Pengurus NU dari semua unsur serta para undangan yang lain yang semuanya tidak kurang dari 1500 orang.

“Alhamdulillah dalam Harlah Nahdlatul Ulama ke 94 yang sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw kita ditaqdir oleh Allah Swt menghadiri acara ini semoga akan memberikan dampak positif bagi perkembangan NU kedepan”.

Harapan demi harapan kehadiran Bapak Hasan Aminuddin di tengah-tengah kita semoga menjadi penyejuk dan angin segar bagi warga NU untuk lebih mempererat dan mengukuhkan ke Aswaja-an kita, untuk meng Charge ulang kesungguhan dakwah kita dalam mengawal keutuhan NKRI sebagai tonggak sejarah perjuangan para Pahlawan dan Ulama Nahdlatul Ulama.

Sambutan Ketua PCNU

Sementara Ketua PCNU, H. Abdul Hadi Saifullah mengungapkan bahwa “Tanda-tanda orang NU, kalau mendengar nama Rasulullah SAW disebut pasti langsung jawab”.

Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW. merupakan Ulang Tahun Sholat, yang berhak mengadakan Isro’ Mi’roj adalah mereka yang menjaga dan melakukan sholat, bukan yang tidak sholat. PCNU menyampaikan bahwa orang yang tidak sholat lebih jelek dari pada syaitan, dan orang itu tergantung temannya, siapa yang menjadi teman baginya, maka kelakuannya tidak jauh darinya.

Warga NU jadi apapun harus tetap menjaga NU dan keutuhan NKRI. Saya patut berbangga karena ditempat ini semua kompak dan bersinergi antara pengurus NU dan Pemerintah duduk bareng, kumpul bersama dalam wadah yang sama sesuai dengan tema : “Solidkan Organisasi Untuk Membangun NKRI”.

Diakhir ceramahnya H. Abdul Hadi mengajak Jama’ah NU dan undangan untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah. Karena dengan memperkuat silaturrahim inilah akan mampu membangun kebersamaan kita kedepan.

Seahkan Cinderamata

Sebelum memberikan pengarahan, Mustasyar PCNU Probolinggo menyampaikan permohonan maaf kepada panitia dan semua undangan yang telah menunggu. Seharusnya saya bersama Ibu Bupati sampai di sini jam 09.30 namun karena harus mengantarkan jenazah Bapak H. Moh. Nawi yang selama hidupnya tidak pernah kufur nikmat, mulai dari ekselon IV kita antarkan ke ekselon II.

NU bertugas mengemban amanah keagamaan, sosial dan kemasyarakatan. Kalau di sini masih banyak yang belum sholat yang pertama kali dihisab adalah pengurus NU. Jadilah manusia yang waratsatul anbiya’. Urusan dunia jangan sampai mengalahkan urusan akhirat, karena pergeseran zaman hari ini banyak orang yang hubbud dunya. Al-Qur’an dijadikan pembenar untuk urusan dunianya, yang seharusnya Al-Qur’an dijadikan sebagai pola berdzikir, berfikir dan amaliyahnya.

Banyak orang berlomba-lomba membangun Musholla dan Masjid, namun kurang cerdas dalam memakmurkannya. Ketika terjadi permasalahan hidup, adukanlah hanya kepada Allah. Kalau kita memiliki kelebihan rizqi sisihkan sebagian untuk amal sholih yang bisa bermanfaat kepada orang lain. Selain itu segeralah daftar haji sekalipun harus menunggu lama karena sekalipun bolak balik umrah tidak akan menggugurkan kewajiban haji, ulasnya.

Beliau juga menghimbau agar Kepala desa, camat dan pengurus NU memberikan penjelasan yang menyeluruh agar warga kita tidak tersesat. Kitaharus mampu berinteraksi dengan sesama dengan kerendahan hati, penerapan “hablum minallah wa hablum minannas” terus kita jaga dengan baik. Kalau istilahnya kemenag “Amar ma’ruf wan nahyu anil munkar”, (seraya beliau melirik H. Wawan AS Kepala KUA Wonomerto.red).

Selain menjaga keimanan, mulyakan anak-anak kita dengan memberikan pendidikan yang cukup kepada mereka, baik di sekolahkan di lembaga yang berada dibawah Kementerian Agama (RA, MI, MTs dan MA) ataupun di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PAUD, TK, SD, SMP dan SMA/SMK). Karena sesuai dengan janji Allah Swt yang akan diangkat derajatnya  adalah mereka yang beriman dan berilmu. Di akhir ceramahnya ia juga mengatakan bahwa tidak ada nasab menjamin nasib, namun nasib yang baik akan mampu membuat nasab baru.

Pada saat yang sama Mantan Bupati dua periode ini, yang saat ini sebagai anggota Komisi VIII DPR-RI menerima pemberian cindera mata oleh salah seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Wonomerto Pemenang Juara II Kaligrafi Kontemporer Aksioma Tingkat Provinsi Jatim pada 21-25 Februari lalu di Kota Kediri. Dan atas nama Pemerintah beliau juga memberikan cinderamata dan penghargaan kepada yang bersangkutan. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s