H.A. Wafi : Jika ingin sampai pada Ma’rifatullah, jagalah sholat dan puasa

Kajian Kasi BimasKab. Probolinggo (Bimas Islam) Seiring dengan datangnya bulan Ramadhan, ASN Kemenag kabupaten Probolinggo menggagas kegiatan khusus yang dimotori Seksi Bimas Islam. Senin, 29 Mei 2017 merupakan hari pertama dilaksanakannya kegiatan daurah ramadhan. Pagi hari dari jam 09.00-11.00 dilaksanakan Tadarrus bersama. Ba’da sholat Dzuhur berjama’ah dilanjutkan dengan kegiatan Kultum dan Kajian ramadhan. Untuk hari ini (29/5) Kajian Ramadhan disampaikan oleh H. A. Wafi dengan mengangkat tema : “Sholat dan puasa sebagai jalan Ma’rifat kepada Allah Swt.”. (29/5).

Ada banyak keistimewaan yang kita dapati dalam berbagai sumber, diantaranya; Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi. Para malaikat memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa hingga berbuka. Setiap hari bulan Ramadhan Allah menghiasi Surga-Nya seraya berkata: “Hampir tiba saatnya para hamba-hambaku yang shalih melepaskan segala beban dan gangguan serta segera menuju engkau (Surga)!” Para setan dibelenggu. Dibuka pintu-pintu Surga dan ditutup pintu-pintu Neraka. Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Akan diberi pengampunan bagi orang yang berpuasa pada malam terakhir bulan Ramadhan. Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari Neraka pada setiap malam bulan Ramadhan. Itulah beberapa keistimewaan tersebut.

Kajian

Sholat juga memiliki banyak istimewa karena merupakan salah satu dari rukun Islam dan hukum mengerjakannya adalah wajib bagi kaum muslim. Sholat sebagai tiang agama. Bagaimana sebuah bangunan bisa kokoh jika tiang bangunannya rapuh atau bahkan tidak memiliki tiang, maka tidak sempurnalah bangunan tersebut. Begitu juga dengan sholat, ketika sholat itu tidak kita kerjakan, maka tidak sempurnalah agama kita.

Sholat merupakan wasiat terakhir Rasulullah SAW untuk umatnya. Bagaimana kita mengaku mencintai Rasul tetapi sholat enggan dikerjakan. Dengan mengerjakan sholat, Allah SWT  akan senantiasa memberikan cinta dan kasih sayangNya sesuai dengan janjiNya.

Sholat sebagai perisai dan benteng dalam mencegah perbuatan keji dan mungkar. Ketika seseorang sudah melaksanakan sholat dan tetap melakukan maksiat dan dosa-dosa besar lainnya. Maka, ia harus memperbaiki sholatnya karena pada dasarnya sholat itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Sholat merupakan pembeda antara orang kafir dan muslim. Sholat merupakan langkah-langkahnya orang mukmin. Dengan mengerjakan sholat insyaAllah akan turun rahmat dan keberkahan bagi orang-orang mukmin.

Sholat 5 waktu dapat menghapus dosa-dosa kecil dan ampunan dari Allah. Kita sebagai manusia biasa tidak luput dari salah dan dosa, sehingga Allah memberikan hadiah berupa wahyu kepada nabi Muhamad berupa sholat 50 waktu dalam sehari semalam sampai menjadi 5 waktu. Semua itu pasti ada alasannya, Allah berikan pelebur dosa-dosa ringan dengan menjalankan sholat 5 waktu. Sholat yang diterima dapat menyelamatkan kita dari api neraka. Neraka Weil diperuntukkan bagi orang-orang yang meninggalkan dan melalaikan sholat.

Sebagai pewaris surga firdaus dan kekal abadi selamanya. Sholat adalah ibadah yang paling utama, yang pertama kali dihisab dan dipertanggungjawabkan ketika kita menghadap sang Khaliq. Bagi orang yang khusyu’ dalam melaksanakan sholat, akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Allah berikan  kepribadian yang bercahaya laksana sinar bulan purnama, sinar dalam kegelapan, kebijaksanaan dalam kebodohan, diteduhkan pikirannya, dilapangkan hatinya dan dimudahkan dalam segala urusannya. Sholat adalah tempat berdoa dan bermunajat kepada Allah serta tempat meminta pertolongan kepada Allah SWT. Dalam mengerjakan sholat shubuh, akan senantiasa disaksikan oleh para malaikat.

Disetiap gerakan dalam sholat mengandung banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, antara lain yaitu: Gerakan-gerakan dalam sholat mampu melakukan peregangan atau streching  untuk melenturkan tubuh dan kelancaran aliran darah didalam tubuh, memudahkan persalinan, kesuburan bagi wanita, dan pada saat sujud, posisi jantung berada diatas otak, yang menyebabkan darah bercampur dengan oksigen yang bisa mengalir secara maksimal ke otak. Aliran darah ini berpengaruh pada daya pikir seseorang.

Intinya, seseorang yang mampu menjaga sholatnya dengan benar, baik yang wajib maupun yang sunnah. Menjalankan puasanya dengan benar, baik yang wajib maupun yang sunnah berarti ia telah benar benar menjadi muslim yang beriman, dan muhsin. Natijahnya jalan mencapai hakekat dirinya menuju ma’rifatullah akan diperolehnya, ulas Wafi. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s