Halal Bi Halal PAI ke 2, Penyuluh harus menciptakan kedamaian yang rahmatan lil’alamin

 

HBH 13-7-2017

Kab. Probolinggo (Pokjaluh) Setelah menghadir pelaksanaan Halal Bi Halal Penyuluh agama wilayah barat di LPI Nurur Rohmah Bantaran yang dihadiri semua penyuluh agama islam fungsional dan penyuluh agama non PNS yang mencakup delapan kecamatan; Bantaran, Kuripan, Sumber, Sukapura, Lumbang, Wonomerto, Tongas dan Sumberasih pada tanggal 11 Juli 2017 dihadiri Kepala Kankemenag bersama Kasubag TU, hari ini kamis, 13 Juli 2017 dihadiri Kasi Bimas Islam untuk wilayah tengah yang meliputi delapan kecamatan; Gending, dringu, krucil,  tegal Siwalan, Leces,  tiris,  maron dan  Banyuanyar bertempat di Kantor MWC NU Kecamatan Banyuanyar.

Kasi Bimas Islam Kankemenag H. A. Wafi dengan didampingi pengurus Pokjaluh kabupaten dan staf Bimas berangkat bersama menuju lokasi yang sudah ditunggu para kepala KUA dari delapan kecamatan.

Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengawali giat pascaramadhan tersebut dengan dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan sambutan sambutan dari Panitia, Ketua Pokjaluh menyampaikan terima kasih kepada semua undangan dari pimpinan teras kemenag hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya sebagai Ketua Panitia,  Moh. Na’im menegaskan agar kinerja PAIF Non PNS yg sudah menuai hasil & sambutan positif serta dukungan dari masyarakat luas perlu dievaluasi dan ditindaklanjuti secara terus-menerus. ” Kami mohon dari Seksi Bimais agar mengevaluasi kinerja agar bisa memberikan yg terbaik terutama menyangkut masalah pelaporan kegiatan dan kerjasama dengan berbagai sektor. Mudah-mudahan suatu saat nanti status kami bukan hanya sebagai PAIF Non PNS tapi juga meningkat menjadi PNS”,  tegasnya.

Sementara Ketua MWC NU Banyuanyar Ust. Muh. Thoha mengharapkan dengan adanya penyuluh agama di kecamatan Banyuanyar mampu mengurangi angka perceraian yang mana pada tahun 2016 masih tertinggi se kabupaten Probolinggo.

Kasi Bimas Islam H. A. Wafi dalam orasi ilmiyahnya berharap kegiatan ini tidak hanya berupa siremonial namun akan ada tindaklanjut yang berkesinambungan terkait tugas pokok penyuluhan kepada warga baik melalui majelis taklim, lembaga lembaga keagamaan, masyarakat umum dan perorangan.

Penyuluh Agama sebagai juru penerang bertugas menyampaikan pesan kepada masyarakat mengenai prinsip-prinsip dan etika nilai keberagaman yang baik. Disamping itu Penyuluh Agama merupakan ujung tombak dari Kementerian Agama dalam pelaksanaan tugas membimbing umat Islam dalam mencapai kehidupan yang bermutu dan sejahtera lahir batin.

Hakekatnya, yang ingin dicapai dari giat penyuluhan adalah terwujudnya kehidupan masyarakat yang memiliki pemahaman mengenai agamanya secara memadai yang ditunjukkan melaui pengamalannya yang penuh komitmen dan kosisten disertai wawasan multi cultural, untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang harmonis dan saling menghargai satu sama lain.

Wafi mengingatkan kembali akan spesialisasi masing-masing delapan tugas pokok penyuluh agama non PNS; Pemberantasan Buta Huruf Al Qur’an, Perkawinan dan Keluarga Sakinah, Zakat, Wakaf, Kerukunan Umat Bergama, Pemberantasan Narkoba dan HIV/AIDS, Radikalisme dan Aliran Sempalan, serta Produk Halal.

Penyuluh Agama setiap tutur kata dan tindakannya menjadi contoh dan teladan di tengah masyarakat. Jadi jagalah amanah ini dan jadikan sebagai ladang amal dan investasi akhirat, harap Wafi.

Penyuluh harus bersinergi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di desa binaannya untuk menciptakan kedamaian ke Islaman yang rahmatan lil’alamin, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ciptakan keharmonisan, toleransi dan kerukunan dalam kemajemukan hidup bermasyarakat. Semangat ciptakan kerukunan intern dan antar umat beragama harus dimulai penyuluh, dari masyarakat akar rumput yang majemuk, sekalipun nampak dalam hal yang sederhana. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s