Wisuda kitab kuning metode Nubdzatul Bayan dan haflah Manbaul Ulum dihadiri Cicit KH Abdul Majid Banyuanyar

Haflah Manbaul UlumKab. Probolinggo, 15/7 (IslamNu) Kalau pada malam wisuda TPQ Metode at-Tahzil halaman pondok pesantren Manbaul Ulum Pondukwuluh dipenuhi hingga ratusan orang. Malam sabtu kemarin (15/7) Wisuda Kitab kuning dan Haflah pondok pesantren tersebut pengunjung melampoi seribu jamaah sebagaimana dilaporkan panitia acara. (15/7/2017).

Penampilan hadroh al-Banjari ditambah dengan alunan music islami menambah sakral jalannya tahun perpsahan bagi yang sudah purna belajar untuk kemudian melanjutkan ke jenjang di atasnya. Satu persatu santri yang berprestasi dipersilahkan naik ke panggung kehormatan untuk menampilkan kebolehannya sekaligus menerima penghargaan dari pengasuh dan wali kelas.

Malam mulia ini dihadiri Pengasuh pondok pesantren Bata Bata Madura KH. Abdul Mu’in Bayan dengan didampingi dua orang ustadz pilihan untuk mendemontrasikan bacaan kitab santri metode nubdzatul Bayan yang beberapa hari lalu mengikuti seleksi MQK tingkat kabupaten. Tampak pula KHR. Sholahuddin Kholilurrohman Pengasuh Pondok pesantren salafiyah Darus Sa’adah yang masih ada hubungan nasab dengan beliau bahkan dengan pesantren besar Nurul Jadid Paiton, Ketua MWCNU Kecamatan Leces KH. Achmad Faishol, perangkat desa, tokoh agama dan tokoh maayarakat setempat.

Salah seorang penyuluh agama fungsional dari kementerian agama kabupaten Probolinggo diberikan kesempatan untuk mendemontrasikan keahlian santri manbaul ulum pada penguasaan kitab kuning, baik nahwiyah, sorfiyah, badi’, maani dan bayan.

Dua ustadz yang dari madura cukup memukau dan menginspirasi warga ketika para santri dengan cekatan menjawab tuntas berbagai pertanyaan yang cukup sulit untuk dipecahkan.

Pesantren dan santri menurut KHR. Abdul Mu’in Bayan dua hal yang tidak bisa terpisahkan. CIkal bakal berdirinya Negara Indonesia tidak bisa lepas dari peran santri di berbagai penjuru nusantara yang markasnya berada di dalam pesantren, ungkap salah seorang cucu dari Hadrotus Syaikh KH. Abdul Majid almaul thaari Banyuanyar Madura ini

Beliau masih termasuk dalam nasab Bani Isbat, anak cucu keturunan Kyai Itsbat (Bujuk Itsbat) Ada sejumlah ulama dan pengasuh pesantren yang ada hubungan nasab dengan beliau seperti pesantren Nurul Jadid Paiton, Pesantren Al-Khairat Malang, Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata Pamekasan, Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar Pamekasan, Pesantren Bulugading, Jember, Pesantren Tempurejo (Temporan) Jember dan beberapa pesantren yang lain di Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso. (Mp).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s