Kasubag TU Kemenag Buka Secara Resmi Diklat Teknis Subtantif Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama

Kasubag TU Kemenag Buka Diklat peningkatan kompetensi penyuluhKab. Probolinggo, 17/7 – Bertempat di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Senin, 17 juli 2017 Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan (BDK) Surabaya bekerjasama dengan Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo menyelenggarakan diklat di tempat kerja (DDTK) – Diklat Teknis Subtantif Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam Non PNS di Tahun anggaran 2017.

Diklat yang diikuti 35 penyuluh agama ini akan berlangsung selama 7 hari terhitung mulai tanggal 17 s/d 23 Juli 2017 dengan dihadiri Subbag TU BDK Surabaya Bapak Machzudi, S.Ag. M.Si.

Dalam laporannya, Machzudi menyampaikan bahwa BDK Surabaya memiliki dua bentuk pelaksanaan diklat, pertama diklat di Kampus BDK, kedua diklat di tempat kerja. Seluruh Indonesia sekitar 1330 penyuluh agama non PNS yang sedang mengikuti diklat yang sama dengan Widyaiswara dari BDK masing-masing.

Menurut Machzudi, pokjaluh dan bimais hendaknya bisa mengklasifikasi para penyuluh agama yang dekat untuk diikutkan di DDTK, sementara yang jauh lokasinya dengan kemenag bisa diikutkan di BDK Surabaya karena disana telah tersedia konsumsi, akomodasi dan sarana yang memadai serta tidak melelahkan bagi penyuluh yang jauh seperti daerah yang memiliki kepulauan Bawean di Gresik, Sepudi, Ra’as, Kangean yang di Madura, jelasnya.

Kegiatan ini berdasarkan UU nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) serta peraturan perundang undangan terkait lainnya, upaya strategis kemenag untuk meningkatkan kompetensi penyuluh agama non PNS, yang memiliki maksud dan tujuan untuk mendalami metodologi dakwah sekaligus materi bimbingan yang sesuai dengan visi dan misi kemenag.

“Harapannya, pasca mengikuti diklat semua peserta diklat bisa menularkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan sejawat yang ada di daerahnya”, tutupnya.

Selanjutnya Kasubag TU H. Fausi membuka secara resmi pelaksanaan diklat penyuluh hari ini, yang dalam sambutannya; “Meminta para penyuluh agama selain meningkatkan kompetensi di bidangnya harus mampu meningkatkan kompetensi sosial, di mana kommpetensi sosial tidak kalah penting dalam upaya menyelesaikan kasus perkasus yang terjadi di masyarakat.

Banyaknya ajaran dan aliran yang melenceng dari relnya, menjadi pekerjaan rumah bagi para penjuang agama untuk meluruskan dan mengarahkan mereka ke jalan lurus yang berlandaskan ajaran agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Sementara persoalan keagamaan terus saja berkembang, jelas Kasubag.

Kemudian Kasubag TU dengan didampingi Kasi Bimais Kemenag dan Subbag TU BDK Surabaya secara simbolis menyematkan kartu peserta dengan diwakili dua orang penyuluh agama non PNS yang saat ini mengikuti diklat substantif peningkatan kompetensi penyuluh. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s