H. Wawan AS : Sakralitas Aqdun Nikah

Sakralitas AqdunnikahKab. Probolinggo (Inmas) Selasa, 23/1/2018 Kepala KUA Kecamatan Wonomerto H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag. M.Hum memberikan rafa’ kepada calon mempelai atas nama Mustofa Rahmatullah bin Sahid (Sindetlami Kecamatan Besuk) dengan Sri Ningsih Wahyuni binti Sunan (Sepuhgembol Kecamatan Wonomerto).

Sebelum pelaksanaan Aqdun Nikah, H. Wawan AS menyitir QS. Ar-Rum : 21; “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang mau berpikir.

Pertama, nikah dan zawaj (mengawinkan) dimaksudkan menyatukan dalam keberpasangan, di sinilah makna bahwa lelaki harus menikah dengan perempuan, bukan dengan sesama lelaki dan sesama perempuan. Kedua, ijab dan qabul (serah terima) Seseorang baru bisa dikatakan terikat pernikahan jika seorang wali perempuan telah mengucapkan ijab dan si Pria menjawabnya dengan Qabul yang selanjutnya akan mengikat kedua belah pihak dengan hak dan kewajiban. Bagi kedua mempelai, ijab qabul ibarat persalinan kedua karena pernikahan acap disebut pula dengan kelahiran kedua. Kelahiran pertama terjadi saat seseorang menghirup udara pertama di bumi, ketika itu masing-masing datang membawa amanah Allah kepada orang tua mereka. Kelahiran kedua saat seseorang memasuki gerbang perkawinan dengan ijab qabul, tetapi kini masing-masing menerima amanah Allah melalui orang tua mereka.

Ketiga, kata “sah” jawaban para hadirin saat menyaksikan Aqdun nikah dimaksudkan bahwwa aqad yang baru saja dilaksanakan pernyataan janji sang mempelai dihadapan Tuhan sebagai saksinya. Keduanya telah halal sebagai suami istri sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW. Wastahlaltum furûjahunna bikalimatillâh (HR Bukhari). Dan Firman Allah Swt.; “telah sempurna sebagai kalimat yang benar dan adil serta tak ada yang dapat mengubahnya” (QS. al-An‘am: 115).

Rumus sederhana untuk menjaga dan merawat pernikahan, saling menyayangi, saling memahami dan saling memaklumi (S3). Karena tujuan pernikahan yang sebenarnya terbentuknya rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Maka agar pernikahan kita langgeng, pahami dan pegang teguh nilai-nilai tentang kemanusiaan, belajarlah tentang hakikat kehidupan, dan berperilakulah sebagaimana perilaku yang Rasulullah Saw. Ajarkan, jelas Wawan AS saat memberikan Rafa’ kepada kedua mempelai. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s