Lepas pisah penghulu Wonomerto menuju Kepala KUA Krejengan

P_20180124_113014.jpgKab. Probolinggo (KUA) Menjadi kepala KUA itu harus mengikuti protapnya agar tidak menyalahi tugasnya. Selama 11 tahun di Wonomerto sebagai penghulu in sya Allah cukup sebagai modal untuk menjalankan tugas barunya yang telah diamanahi Kemenag sejak dilantiknya beberapa minggu lalu oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Probolinggo Bpk H. Santoso, S.Ag. M.Pd.

Sebagai pemimpin harus mampu menjalankan tugas dengan baik sebagai meneger di suatu lembaga dan berani dalam mengambil keputusan, berani bertanggungjawab terhadap segala keputusan yang diambil. Atas nama KUA dan semua konponen KUA mohon maaf jika selama ini ada hal yang mungkin pernah menyakiti membuat perasaan baik disengaja maupun tidak, ulas Wawan.

Terkait eksistensi penyuluh agama baik yang fungsional maupun non pns untuk membantu memberikan sosialisasi terkait pentingnya pernikahan utamanya martabat perkawinan kaitannya sakralitas aqdun nikah dan hikmah pernikahan. Dahulu mayoritas pernikahan menghadirkan kiainya, sosok yang dianggap berperan dalam mencetak karakter dirinya, namun saat ini lebih memilih nikah gratis di KUA. Namun hal ini bukan berarti salah namun sebagai perbandingan bahwa sakralitas aqdun nikah harus menjadi pertimbangan bahwa terwujudnya generasi agamis dan reformis tidak hanya dihasilkan dari gen unggul namun doa orang tua dan guru juga faktor penentu yang kadang kita abaikan.

Salut pada Mahmud Sujiono yang setiap senin kamis selalu melaksanakan puasa sunnah mungkin efek positif yang ia rasakan adalah kedudukan mulia sebagai kepala KUA walaupun hakekatnya jabatan adalah bentuk ujian yang Penciptanya berikan kepadanya sebatas mana mampu memaknai jabatan sebagai ujian. KUA harus memposisikan seseorang sesuai dengan muqtadhol hal wal maqom, dalam kondisi yang menguntungkan ataupun tidak. Hakekatnya kita menjalankan amanah harus menjadi pembelajaran yang suborbit dalam arti memerankan diri sesuai tugas dan fungsinya.

Lakukan dengan niat yang baik maka nilai ibadah akan menjadi goresan indah dalam kehidupannya. Dalam sekapur sirihnya Mahnud Sujiono menyampaikan terima kasih kepada H. Wawan Ali Suhudi yang telah membina selama ini, tidak terkecuali kepada semua teman-teman P3N, Penyuluh fungsional dan non pns atas kerjasamanya. “Doakan kami mampu menjalankan amanah dari Kepala Kepala Kemenag Probolinggo semoga mampu menjalankan tugas dan fungsi yang beliau berikan”, ulas Mahmud. Kegiatan lepas pisah ini juga dihadiri beberapa Kepala KUA seperti Fathurrozi dan Syuhada.(Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s