Makmurkan Masjid Ar-Rohiem, Kemenag Gelar Rakor lintas pengurus

Rakor kemasjidan

Kab. Probolinggo, 29/1/2018 (Inmas) Bertempat di Aula Al-Ikhlas III, Senin, 29/1/2018 Seksi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Probolinggo melaksanakan “Rapat optimalisasi kepengurusan Takmir Masjid Ar-Rohiem” pasca terbitnya Surat Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Nomor : 107 Tahun 2018 tertanggal 22 Januari 2018 perihal Pembentukan dan pengangkatan Pengurus Masjid Ar-Rohiem periode 2018-2023.

Mengawali sambutannya Kasi Bimas Islam Drs. H. A. Wafi, M.PdI menyitir Q.S. At-Taubah ayat 18 yang artinya; “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian amanah Kepala Kemenag terkait memakmurkan masjid dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. Usulan muncul dari berbagai peserta yang hadir diantaranya Kasubag TU H. Fausi, HM. Barzan, H. Taufik, HM. Haris HK serta kepengurusan yang lain.

Kemasjidan terbagi ke dalam tiga bidang; Idarah (Administrasi manajemen masjid) yaitu tata laksana administrasi yang meliputi surat menyurat, kegiatan, pendataan, keuangan dan sarana, berikut segala sesuatu yang berkaitan langsung dengan administrasi. Imarah (Aktivitas memakmurkan masjid) yaitu meramaikan masjid dengan berbagai kegiatan yang mendatangkan dan melibatkan peran jama’ah, sehingga semua jama’ah memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam memakmurkan masjid dan Ri’ayah (pemeliharaan fisik masjid) yaitu memelihara dan merawat semua aset masjid yang merupakan hasil jariyah dan wakaf  dari para jama’ah.  Aset masjid tidak hanya berupa gedung/bangunan saja, akan tetapi juga tanah dan sarana dan prasarana yang lain.

Dengan tiga konsep diatas diharapkan pemberdayaan masjid bisa berjalan baik dalam mengembangkan kegiatannya, dicintai jamaah serta berhasil membina dawah di lingkungannya. Mengelola masjid merupakan kewajiban kita sebagai umat Islam, kita harus mampu mengaturnya agar masjid benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya. Tentunya kita dituntut mengerti dan memiliki ilmu manajemen kemasjidan agar kegiatan di masjid menjadi teratur dan tertib tidak sekedar sebagai lambang kemegahan saja namun harus berfungsi sebagai pusat ibadah dan pembinaan, ulas Wafi.

Bidang Idarah merupakan proses pemberdayaan idarah melalui fungsi manajemen itu sendiri yang ruang lingkupnya meliputi : Perencanaan, Organisasi Kepengurusan, Pengadministrasian, Keuangan, Pengawasan. Bidang Imarah merupakan usaha untuk menggunakan masjid dengan memakmurkan masjid melalui kegiatan program-program sebagai tempat ibadah, pembinaan umat dan peningkatan kesejahteraan jamaah yang ruang lingkupnya meliputi; Peribadatan, Penyelenggaraan Pendidikan, Pemberdayaan Ekonomi Umat, Penyelenggaraan Hari Besar     Islam dan Nasional, Klinik Masjid dan kegiatan lainnya seperti penyelenggaraan pesantren kilat, santunan-santunan dan bahkan kegiatan masyarakat pada umumnya yang tidak menodai kesucian masjid bahkan dapat memakmurkan masjid.

Ada langkah-langkah optimalisasi fungsi dan potensi masjid yang meliputi; identifikasi dan kenali kondisi objektif keberadaan masjid dan  sinkronisasi dengan kondisi jumlah dan pengelolaannya, Pendekatan yang dapat dilakukan dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan potensi masjid sebagai tempat pemberdayaan umat, antara lain adalah : Historis, kultur, fungsional dan struktural, Kunci peningkatan kualitas umat berbasis masjid adalah : pembinaan dan pengembangan sumber daya pengelola masjid (SDM), dan Mendorong terwujudnya profil bangunan masjid yang bisa mengapresiasikan beragam kegiatan masjid multifungsi, ibadah pendidikan dan sosial ekonomi.

Dalam pertemuan kali ini juga dibahas Imam dan Khatib jum’at yang nantinya akan dijadwal dari para pimpinan kemenag (Kepala, Kasubag, Kasi-Penyelenggara) ditambah dengan unsur Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam. Sementara kegiatan-kegiatan yang akan digagas untuk memakmurkan Masjid Ar-Rohiem dengan kegiatan Khotmil Qur’an, Bimbingan Rohani Islam (Binrohis), Kajian Kitab Kuning (Kakiku), pembinaan baca Al-Qur’an, PHBI serta santunan sosial.(Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s