Guru profesional, faktor penentu peningkatan kualitas dan mutu pendidikan

Seminar Nasional

Kab. Probolinggo (PendMa) Tidak ada istilah libur bagi para guru untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitasnya, Minggu, 11 Pebruari 2018, Seksi PendMa Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dengan gagasan sang Kasi Dr. H. Sugiyo melaksanakan “SEMINAR NASIONAL” dengan tema : “Peningkatan Kapasitas Guru Profesional” bersama Narasumber : Prof. Dr. Suyitno, M.Ag Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama RI dan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Al-Ikhlas I Jl. KH. Hasan Genggong no. 235 Probolinggo ini menjadi hidup ketika Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama RI menyampaikan materi Pembinaan kepada Kepala Madrasah, Guru dan Tenaga Kependidikan di Kabupaten Probolinggo. Beliau merasa bangga dan bahagia bisa hadir di daerah Probolinggo, selain bersilaturrahim juga bisa mendapatkan informasi-informasi langsung dari sumbernya. Karena menurutnya kebanyakan senang dengan berita yang tidak benar mengenai sekolah, madrasah ataupun PMA yang berlaku. Agar sebuah madrasah maju yang terpenting adalah kepala dan gurunya harus focus mengurus madrasah, sebutnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Kasi Sarpras PendMa Jatim Dr. H. A Sruji Bahtiar, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Santoso, Kasi PendMa Dr. H. Sugiyo, Pengawas RA/Madrasah serta para guru turut hadir mengikuti jalannya Seminar kali ini.

Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag H. Santoso, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Bidang yang telah memperjuangkan para guru menjadi guru profesional dan juga memanfaatkan kedatangan Direktur untuk bisa memaksimalkan ilmu yang akan diberikan nantinya.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, mulai dari upaya pengubahan kurikulum, peningkatan guru (penataran, seminar, pelatihan), manajemen sekolah, melengkapi media, laboratorium (sarana, prasarana), hingga ke penerbitan payung hukum dalam peningkatan mutu pendidikan dengan dikeluarkannya UU No 14 tentang Guru dan Dosen, serta Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dalam UU no 14 Tahun 2005, guru dianggap sebagai tenaga profesional yang memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Di antara 4 kompetensi tersebut, terdapat 2 kompetensi yang terkait langsung dengan tugas guru yaitu kompetesi pedagogik dan profesional.

Sementara Kabid PendMa Kanwil Kemenag Jatim, dalam ulasannya, menyatakan; saat ini masyarakat telah mengakui madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang sudah berkembang bahkan sebagaian besar sudah bisa dikatagorikan maju. Salah satunya dengan kesiapan madrasah untuk menghadapi ujian nasional berbasis komputer, dan yang kedua tentang koordinasi yang terbangun selama ini, madrasah tidak kalah dalam mengembangkan kualitas dan profesionalitas guru-gurunya.

Diantara ciri guru profesional; memiliki kapasitas keilmuan yang mendalam, namun di era modern seperti saat ini, para guru juga dituntut harus memahami IT, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim saat membuka Seminar Nasional tersebut.

Guru profesional merupakan hal yang amat penting, karena keberadaannya sangat mempengaruhi hasil akhir proses belajar mengajar yang dilakukan dengan menghasilkan output yang bagus terhadap siswa-siswinya. Guru harus ikhlas dalam mendidik siswa-siswinya, mengajarkan hal-hal yang bermanfaat, menerangkan tujuan pembelajaran secara teratur, mampu mendisiplinkan anak didiknya, bertindak bak seorang menejer saat di ruang kelas, sabar di dalam membimbing, membangun komonikasi dengan orang tua siswa sebagai pantauan psikologisnya, menguasai bahan ajar, menguasai kurikulum materi yang diajarkan dan mampu menciptakan kondisi harmonis dengan siswa dan masyarakat sekolah.

Pada kesempatan tersebut, para peserta mendapatkan materi PPKB sebagai model cara mendesain Penguatan GTK sebagai upaya peningkatan profesionalitas guru. Model ini dianggap telah sesuai dengan regulasi PPKB yang memiliki beberapa keuntungan; sesuai dengan konteks madrasah, tersedianya pendanaan alternatif melalui BOS, mendudukan kembali tupokasi pengawas dan kepala Madrasah, bermanfaat bagi guru madrasah swasta yang akan dimasukkan dalam sistem TPG, regulasi LPTK sebagai pendukung kuat PPKB.

Kedepan, diperlukan adanya peningkatan pembinaan guru dan pengawas secara sistemik dan berkelanjutan demi maksimalnya pendampingan dan penjaminan mutu di tingkat madrasah bisa berjalan. Memaksimalkan sinergitas dengan stakeholder madrasah dan kemenag sebagai leading sektor. (Aan/Wan).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s