Sosialisasi tata cara merawat Jenazah, Pokja I Tim Penggerak PKK Kuripan hadirkan Kepala KUA

 

Merawat Jenazah

Kab. Probolinggo (KUA) Setiap kita mendambakan hidup damai, aman, bahagia dan panjang umur, namun kita juga harus menyadari bahwa dibalik kehidupan ini Allah Swt. juga telah menyiapkan kematian. (20/2/2018).

Kematian atau ajal adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mati secara permanen, baik karena penyebab alami seperti penyakit atau karena penyebab tidak alami seperti kecelakaan. Setelah kematian, tubuh makhluk hidup mengalami pembusukan.

Berikut beberapa butiran indah Firman Allah Swt yang mengupas tentang kematian;  Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. [QS. Ali Imran/3: 185, al-Anbiya’/21: 35 dan al-Ankabut/29: 57].

Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya, sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Allah, Yang mengetahui keghaiban dan yang nyata. Lalu Ia akan beritakan kepada kalian apa yang kalian telah kerjakan. [QS. Al-Jumu’ah/62: 8].

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim berada dalam tekanan sekaratul maut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu”. [QS. Al-An’am/ 6: 93].

Maha berkah Allah, yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha perkasa lagi Maha pengampun. [QS. Al-Mulk/ 67: 1-2].

Melihat fenomena kematian, sebenarnya ada rangsangan nyata bagi yang masih hidup dan sedang menikmati kehidupan untuk selalu mawas diri dan peduli pada sesama, melihat makhluk hidup dengan pandangan kasih sayang”, ulasan tadi siang dalam “Sosialisasi tata cara merawat Jenazah” oleh Pokja I Tim Penggerak PKK Desa Jatisari Kecamatan Kuripan dengan menghadirkan Kepala KUA Kecamatan Kuripan H. Eko Heriyono sebagai Pemateri.

Eko menjelaskan materi secara mendetail makna dan pelajaran dibalik kematian, hukum-hukum dalam mengurus mayit/jenazah. kemudian dilanjutkan dengan praktik merawat Mayit, mulai dari cara mengukur kain kafan, memandikan, mengkafani hingga menyolati jenazah. Hikmah dari adanya praktik mengkafani mayat ini, agar kita selalu ingat bahwa kematian bisa datang kapan saja kepada setiap diri. Setelah ruh berpulang jazadpun harus disemayamkan, harus dibungkus dengan kain khusus yang disebut kain kafan dan selanjutnya disemayamkan di kediaman terakhir. Kegiatan tersebut dihadiri pengurus PKK kecamatan kuripan serta beberapa tokoh perempuan yang amat peduli pada pentingnya pelaksanaan tatacara merawat jenazah. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s