Tanah seluas 260 m2 diwakafkan buat Yayasan

wakaf tanah2

Kab. Probolinggo (KUA) Sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Kraksaan H. Muh. Amin melaksanakan Ikrar Wakaf atas sebidang tanah seluas 260 m2 untuk Yayasan Baitul Abror di Desa Rondokuning kecamatan Kraksaan. (1/3/2018).

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 28/2/2018 oleh seorang Wakif bernama H. Zainullah  dengan Nadir diwakili Ust. Kholilur Rahman (ketua Nadir) dihadapan PPAIW Kraksaan dengan menghadirkan dua orang saksi Edi dan Moh. Su’udi keduanya merupakan perangkat desa Rondokunig.

Pra acara pelaksanaan Ikrar, Amin menyampaikan beberapa kupasan terkait wakaf. Menurutnya, wakaf merupakan tindakan menahan harta yang dapat diambil manfaatnya tetapi bukan untuk dirinya, sementara benda itu tetap ada padanya dan digunakan manfaatnya untuk kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah. (Imam Nawawi).

Wakaf adalah perbuatan hukum wakaf untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah. (UU RI No 41/2004).

Wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari harta kekayaan yang berupa tanah milik dan melembagakannya untuk selama-lamanya untuk kepentingan peribadatan atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran agama Islam. (PP. No. 28/1977).

Wakaf menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI): Wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari benda miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadat atau kepentingan umum lainnya sesuai dengan ajaran agama Islam.

Setelah menjelaskan pengertian wakaf, ia menjelaskan, rukun, syarat dan tujuannya. Menurut jumhur ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki dan Hanbali, mereka sepakat bahwa rukun wakaf ada empat, yaitu: Wakif (orang yang berwakaf), Mauquf ‘alaih (orang yang menerima wakaf), Mauquf (harta yang diwakafkan) dan Sighat (pernyataan wakif sebagai suatu kehendak untuk mewakafkan harta bendanya). Sedangkan menurut pasal 6 Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004, wakaf dilaksanakan dengan memenuhi unsur wakaf sebagai berikut: Wakif, Nadzir, Harta Benda Wakaf, Ikrar Wakaf, Peruntukkan Harta Benda Wakaf dan Jangka Waktu Wakaf. Yang Tujuannya bertaqarrub kepada Allah SWT untuk mendapatkan kebaikan dan ridha-Nya. Mewakafkan harta benda jauh lebih utama dan lebih besar pahalanya daripada bersedekah biasa, karena sifatnya kekal dan manfaatnya pun lebih besar. Pahalanya akan terus mengalir kepada wakifnya meskipun dia telah meninggal, tutupnya. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s