Gandeng Pendamping PKH, Penyuluh Agama Bangkitkan kesadaran warga

PAIF Gandeng Pendamping PKH

Kab. Probolinggo (Pokjaluh) Bertempat di Masjid Miftahul Hasanah Desa Sumberkare Kecamatan Wonomerto, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kankemenag menggandeng Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) melakukan pembinaan keagamaan guna meningkatan kesadaran personal dan masyarakat kaitannya dengan program pemerintah yang diterimanya. (Minggu, 4/3/2018).

Dalam pertemuan tersebut juga dikupas pentingnya pendidikan dasar-menengah bagi anak-anak penerima program PKH, kesehatan ibu hamil, menyusui dan balita juga terkupas tuntas. Bahkan hal penting yang lain seperti Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) menjadi hal urgen untuk menjadi perhatian kita bersama.

“Anak-anak kita harus menjadi generasi yang paripurna, generasi yang mampu menjawab tantangan zaman, karena mereka adalah pemimpin masa depan yang pasti eranya berbeda dengan zaman di mana kita hidup saat ini”.

Dan jika itu terwujud berarti kita telah turut serta mensukseskan program pemerintah baik melalui jalur Program Keluarga Harapan dari Kemensos RI, tertibnya pernikahan dengan terpenuhinya syarat rukun dan ketentuan perundang-undangan sesuai petunjuk Kementerian Agama, terlaksananya program pendidikan dasar-menengah baik yang dikelola Kemenag maupun Kemendikbud, serta tercapainya kesehatan ibu dan anak, terpenuhinya gizi secara merata melalui gerakan nasional kesehatan ibu dan anak sebagai salah satu program dari Dinas Kesehatan ataupun program pemerintah lainnya yang mengarah pada pemberdayaan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Sementara Pendamping PKH Moch. Sofi dan Mas Feri menyampaikan materi penting program yang diampunya serta melakukan verifikasi database calon penerima PKH baru sebagai tambahan dari penerima sebelumnya. Kegiatan ini dihadiri pula beberapa toga-tomas desa setempat seeta Ta’mir Masjid Miftahul Hasanah Kyai Sunawi.

PKH merupakan program Kemensos RI dengan pola pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program tersebut telah berjalan sejak tahun 2007 sebagai upaya pemerintah dalam melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan yang di dunia Internasional dikenal dengan istilah Conditional Cash Transfers (CCT). 

Program ini juga sebagi pembuka akses keluarga miskin baik ibu hamil maupun anak untuk memanfaatkanberbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes) dan fasilitas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia di sekitar mereka. Manfaat PKH juga mulai didorong untuk mencakup penyandang disabilitas dan lanjut usia dengan mempertahankan taraf kesejahteraan sosialnya sesuai dengan amanat konstitusi dan Nawacita Presiden RI. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s