Diskusi bersama Kepala KUA Wonomerto : Membangun kultur, menanamkan budaya pendidikan kepada masyarakat

Membangun kultur dan budaya pendidikan

Kab. Probolinggo (KUA) Sambil menikmati indahnya panorama sekitar, kita manfaatkan sedikit waktu untuk berkonsultasi dan berdiskusi ringan bersama Kepala KUA Wonomerto H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag. M.Hum guna mengupas berbagai hal penting terkait pentingnya kesadaran warga masyarakat demi mencapai index pembangunan manusia. (6/3/2018).

Akhirnya ditemukan satu tema bahasan “Membangun kultur, menanamkan budaya pendidikan kepada masyarakat”. Menurut Wawan AS berdasarkan karya ilmiah yang ia tulis berdasarkan kajian komperhensip melalui observasi empiris faktual yang bisa dibuktikan dengan data kongkrit. Kajian tersebut bersangkutan dengan calon pengantin (catin) baik calon suami maupun calon istri, latar belakang pendidikan, pekerjaan dan lain-lain sudah bisa terukur dengan jelas.

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi, sosial dan budaya bahkan keamanan masyarakatnya dapat ditentukan oleh ketersediaan sumber daya manusia (SDM) nya. SDM yang berkualitas akan mampu menciptakan satu generasi berilmu, bermoral dan berkualitas. Melalui merekalah pembangunan Indonesia seutuhnya bisa terwujud walaupun tentunya harus bertahap.

Tahapan-tahapan tersebut membutuhkan waktu yang cukup serta dukungan stakeholder agar bisa bersinergi dalam kiprah pembangunan melalui penyamaan visi-misi yang terstuktur dan terukur. Komponennya nanti afiliasi dengan berbagai kegiatan yang selama ini telah berjalan. Kita tinggal membangun networking yang baik dan terprogram, ulasnya.

Kita bangun saja kultur yang baik, tanamkan budaya pendidikan kepada masyarakat. Ketika mereka sudah menganggap bahwa pendidikan itu penting, tidak akan ada lagi orang tua yang terburu-buru untuk menyegerakan putra-putrinya menikah sebelum menamatkan pendidikannya minimal, wajib belajar 9 tahun atau wajib belajar 12 tahun (SLTP-SLTA). Syukur-syukur bisa melanjutkannya ke jenjang Perguruan Tinggi.

Hal penting yang lain, faktor pendidikan akan menyediakan sumber daya manusia yang memadai, sehingga mereka nantinya akan mampu mengelola ketersediaan sumber daya alam (SDA) ke arah yang produktif disinilah masyarakat kita akan berdaya saing. Sumber daya alam yang dikelola dengan tenaga berkualitas akan menghasilkan output yang juga istimewa, tutupnya. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s