Hadir Di Harlah Nurul Jadid, Ka. Kanwil : Muassis Berkomitmen Lahirkan Santri Multi Dimensi Berwawasan Keislaman

Kakanwil1

Kab. Probolinggo (Inmas) Kab. Probolinggo (Inmas) Memasuki Usianya yang ke 69 Tahun Pondok Pesantren Nurul Jadid telah melahirkan banyak santri yang berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan kemasyarakatan. Pesantren yang lahir dari kesederhanaan ini hingga sekarang masih terlihat sederhana walaupun tampak gedungnya megah dan mewah. (Minggu, 15/4/2018).

Dalam kata sambutannya Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini menyampaikan terima kasih kepada semua para undangan dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara Harlah dan Haul Pendiri, kami hanya bisa membalasnya dengan doa.

Harlah dan Haul digelar, untuk menyukuri berdirinya Ponpes Nurul Jadid. Dengan Pesantren ini kita bisa berkhidmat dan bisa melakukan proses pengkaderan untuk umat dan mohon doa semoga pesantren terus berkembang. Peringatan Harlah ini selalu dirangkai dengan Haul. Karena berkat jasa dan perjuangan beliau. Karena tidak akan semburna syukur kita jika tdk menyukuri perjuangan terdahulu kita.

Selain itu, untuk meneladani para pendiri. Beliau sebagai orang pewaris nabi yang melanjutkan risalah nabi. Kita tidak ada punya masa depan kalau tidak menghargai masa lalu, orang-orang yang berjuang mendahului itu. Pesantren ini berdiri tidak lepas dari para pendiri dan pengasuh, juga peran orang lain, sepereti pemerintah. Ini adalah bentuk terima kasih kepada semua pihak. Semoga kedepan, akan terjadi kerjasama yang lebih baik. Karena tanpa bantuan bapak itu sekalian, kami tak ada apa-apanya, ulas Pengasuh yang sering mengisi Kuliah umum Tasawuf tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur H. Syamsul Bahri berkesempatan untuk memberikan kata sambutan dihadapan para santri dan alumni Nurul Jadid Paiton. Dalam sambutannya, Ka. Kanwil menjuluki Pondok Pesantren Nurul Jadid Sebagai Pesantren yang penuh misteri, sebab diyakini atau tidak Pesantren yang didirikan oleh Alm. KH. Zaini Mun’im ini telah banyak melahirkan santri-santri yang berguna dan berkompeten di masyarakat. Kita patut bersyukur kepada Allah masih bisa memotret keserhanaan pengasuh pesantren kita, kita sejak mengenalnya sejak tahun 1980 an memberikan keteladanan kepada para santrinya. Beliau kiai dan guru saya, aku Ka. Kanwil, ungkapnya.

Kesederhanaan ini menjadi misi besar dalam mencetak santri yang memiliki wawasan islam yang siap hidup dimanapun juga dengan kompetensinya.

“Sejak ‎semula pesantren yang lahir sederhana ini, tidak hanya bercita-cita sekedar melahirkan para kyai. Tetapi, memliki komitmen melahirkan santri yang berwawasan keislaman dan berguna terhadap masyarakat,” tutur Syamsul Bahri saat memberikan ceramah pada Haul Pendiri dan Harlah PP. Nurul Jadid ke-69. Ahad, (15/4/2018).

Semua ini tidak lepas dari do’a para pendiri dan pengasuh PP. Nurul Jadid, serta barokah yang ada di dalam pondok pesantren ini. Oleh karenanya, siapapun yang menyantrikan anaknya di PP. Nurul Jadid dengan ikhlas. Insyaallah Allah akan mengangkat derajat dan memberikan keberunyungan untuk orang-orang yang ikhlas menuntut ilmu,” tegasnya.

Selain Ka. Kanwil, KH. Imam Hasyim Ketua DPRD Semenep mengulas kehebatan dan kharisma pengasuh dan pendiri Nurul Jadid dan cikal bakal berdirinya pesantren. Tidak ketinggalan pula KH. Ahmad Muwafiq Sleman Yohyakarta. Mantan aktivis pergerakan IAIN Jogjakarta sempat menjadi Sekjend Mahasiswa Islam se-Asia Tenggara dan mantan Asisten pribadinya Presiden keempat Indonesia KH. Abdurrahman Wahid memberikan orasi ilmiyah keagamaan yang dalam kupasannya menyatakan keilmuan pesantren jelas asal usulnya, bahkan sanadnya bersambung hingga kepada Rasulullah. Santri dan Kiainya harus nyambung seperti flasdis dengan laptop, shareit dan bluetoot. Santri jangan mudah menghakimi namun harus mengerti hakekat sesuatu dengan ilmu yang bisa dipertanggungjawabkan, ulas Gus Muwafiq. Kegiatan berakhir dengan doa yang disampaikan oleh Habib Abdullah Muhammad Al-Haddad. (Ansori).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s