Penyuluh Harus Jadi Agen Of The Change and Problem Solving

Solving

Kab. Probolinggo (Inmas) Kamis, 3 Mei 2018 — Tim Supervisi Pelayanan PNBPNR hari ini melaksanakan monitoring ke 3 KUA Kecamatan Tiris, Krucil dan Maron. (3/5/2018).

Ka. KUA Kec. Tiris sekaligus Plt. Ka. KUA Krucil, Muhtar, menyatakan terimakasih atas kedatangan Tim Supervisi Bimais ke KUA Krucil. Beliau berharap untuk mendapatkan masukan dan saran bagi perbaikan kinerja KUA. “Masih banyak yang harus kita benahi terutama dari segi administrasi dan updating data. Apalagi beberapa dokumen penting harus benar-benar terawat dan terjaga karena iklim yang lembab. Sebab kedua KUA tersebut ada di daerah pegunungan”, jelas Muhtar. Dia menambahkan, untungnya koneksi internet sebagai pendukung lalu lintas data saat ini sudah semakin baik. 

Kasi Bimais, Moh. Barzan dalam sambutannya menekankan tentang pentingnya kecepatan dan akurasi data serta pelayanan. “Kita harus transparan dalam hal biaya, persyaratan dan pelayanan lainnya. KUA harus membangun harmonisasi dengan personalia, para Penyuluh Agama dan tokoh masyarakat, serta instansi terkait agar kinerjanya makin berkualitas”, terang beliau. Barzan minta dukungan penuh Penyuluh Agama karena berkat penyuluh kinerja KUA meningkat sangat signifikan. Apalagi para penyuluh adalah tokoh agama bagi masyarakat di wilayahnya masing-masing.

“Sertifikasi masjid & musholla dan Wakaf, Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an, Keluarga Sakinah serta Narkoba adalah problematika yang perlu perhatian kita bersama untuk diselesaikan dengan solusi cerdas. Penyuluh harus menjadi Agen of Change dan Problem Solving Sekaligus. Anak-anak muda juga perlu bimbingan berlandaskan nilai-nilai agama agar tetap lurus dan terhindar dari pengaruh negatif pergaulan dan dampak buruk teknologi karena mereka sangat rentan tapi juga punya potensi yang besar untuk maju jika terbina dengan baik. Merekalah harapan kita di masa depan dan para penyuluh punya tugas untuk itu. Saya juga turut berbangga karena banyak dari para penyuluh adalah hafidz/hafidzah.

Tentu ini jadi modal besar bagi pembinaan baca-tulis Al-Qur’an bagi anak-anak kita sejak dini termasuk juga pemberantasan buta huruf Al-Qur’an bagi lansia. Masih banyak masalah sosial kemasyarakatan yang menunggu untuk diselesaikan oleh para penyuluh. Mari kita berjuang, bekerja dengan ikhlas dan tetap semangat “, tegasnya memotivasi para penyuluh PNS dan NON PNS yang seluruhnya hadir lengkap.
Giat Supervisi kemudian berlanjut ke KUA Kec. Maron. (Yazid Zain)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s