Sebanyak 250 Penggiat Anti Narkoba Probolinggo Ikuti Bimtek P4GN

Kab. Probolinggo (Inmas) Berdasarkan Surat Undangan Nomor : B-897/Kk.13.8 /2/OT.01/05/2018, tertanggal 2 Mei 2018 sebagai tindaklanjut Surat dari Satuan Pelaksana Tugas Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Probolinggo Nomor : 18/IV/SATLAK P4GN/2018, tertanggal 19 April 2018. (Selasa, 8/5/2018).

Selanjutnya Kemenag Kabupaten Probolinggo mengundang 250 peserta yang terdiri dari Seksi Bimas Islam, Seksi PD. Pontren, Penghulu, Penguluh Agama Fungsional serta Penyuluh Agama Islam Non PNS yang membidangi Pencegahan Narkoba untuk mengikuti “Bimtek Upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)” yang pelaksanaanya bertempat di Ruang Mardakaripura Kantor Bupati Probolinggo Lantai V Jl. Raya P. Sudirman No. 134 Kraksaan.

Kita harus melakukan upaya terus menerus melakukan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi kalangan masyarakat, pesantren dan dunia pendidikan ungkap Kepala Kankemenag dalam sambutan Pembukaan kegiatan ini.

Ini langkah awal kita membangun kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo di tahun 2018 guna memberikan bimbingan teknis kepada 250 penggiat anti narkoba di Wilayah Kabupaten. Walaupun sebenarnya para penyuluh kami telah melakukannya di wilayah kecamatan masing-masing sesuai dengan SK dan Juknis yang telah mereka pegang.

Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada 250 penggiat antinarkoba merupakan salah satu program BNNP yang merupakan tindak lanjut dari program sebelumnya. Kita akan lebih memperhatikan skill dan keterampilan para penggiat agar upaya ini bisa berhasil dengan baik, harapnya.

Melalui Bimtek seperti ini diharapkan para penggiat antinarkoba bisa mandiri dengan membuat kegiatan, merencakan dan membuat laporan hasil kegiatan mereka sendiri, sehingga keberadaan penggiat antinarkoba lebih efektif dan efisien serta bisa meminimalisir penyalahgunaan narkoba di kabupaten ini.

Acara dibuka secara resmi oleh Asisten I Bpk Asyari, Sebagaimana arahan Presiden RI dalam Rapat Koordinasi Nasional beberapa waktu lalu menyatakan bahwa Indonesia saat ini dalam keadaan darurat Narkoba. Kondisi ini adalah kondisi sangat berbahaya dan setiap harinya diprediksi yang meninggal antara 10-20 orang.

Betapa bahayanya narkoba ini, kita ingin anak-anak kita menjadi anak-anak yang waladun sholihun generasi yang mampu membangun bangsa tidak menjadi beban bagi negara. Jauhkan anak-anak dari pesta hajatan dengan minum minuman yang dilarang, padahal seharusnya kita hidup normal.

Lapas rutan sudah tidak muat dipenuhi orang yang melanggar hukum disebabkan narkoba. Negara terbebani harus menanggung konsumsi setiap harinya.

Selamatkan para generasi muda untuk lebih mengarah pada kehidupan normal yang akan membawa pada keselamatan mereka. Mari kita selamatkan mereka dari penyalahgunaan bahaya narkoba. Dan narkoba hanya diperbolehkan untuk kesehatan dan penelitian. Menurut data PBB tahun 2013, bahwa pecandu narkoba dan obat-obatan terlarang di dunia dipresiksi akan mencapai 200-240 Juta orang.

Berdasarkan data dari POLRES tren pengguna narkoba semakin meningkat. Sebelumnya kita pernah mengundang perangkat desa dan organisasi kemasyarakatan. Danvsekarang membangun kerjasama dengan Kemenag melibatkan KUA, Penghulu dan penyuluh agama untuk ambil bagian dalam membantu upaya pencegahan narkoba karena Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang menjunjung tinggi nilai budaya yang luhur Pancasila.

Bahkan sempat diputuskan hukuman mati bagi pengedar narkoba sebagaimana beberapa tahun lalu kita saksikan bersama. Bonus Demografi penduduk, Jumlah remaja produktif cukup banyak dan jika mereka terselamatkan dari penyalahgunaan narkoba dapat kita prediksi menjadi negara yang maju di dunia Internasional.

Materi pertama “Pemahaman bahaya narkoba dan pola pencegahan pemberantasan penyalahgunaan narkoba” disampaikan Reskoba Kabupaten Probolinggo Syamsul Arifin. Kemudian dilanjutkan dengan materi yang lain dari BNN dan Kemenag.

Pada saat yang sama juga dilakukan IKRAR yang isinya menyatakan bahwa kami masyarakat kabupaten Pronolinggo, menyatakan siap menjauhi narkoba, siap bekerja keras, cerdas tanpa narkoba serta Siap mewujudkan kabupaten bersiar, bersih dari narkoba.

Kegiatan ini dihadiri Asisten I H. Asyari, Polres, Dinkes, Kesbangpol, Kemenag, Kepala Bidang Pencegahan BNN Probolinggo, Kasi Bimas Islam (Bimais), perwakilan dunia pendidikan dan Penanggungjawab Pondok Pesantren, Kepala Madin serta Penghulu dan para penggiat anti narkoba dari para penyuluh agama.(Aan).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s