H. Wawan AS : Generasi Berilmu, Lahir Dari Pendidikan Bermutu

W2n12518

Kab. Probolinggo (Inmas) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wonomerto H. Wawan Ali Suhudi di tengah kesibukannya, juga harus menyempatkan diri untuk menghadiri pelaksanaan Haflatul Imtihan PP. Miftahul Ulum Pohsangit Ngisor yang digelar pada Sabtu malam minggu, (12/5).

Kehadiran Kepala KUA yang sekaligus Ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Probolinggo ini ditemani Penyuluh Agama Fungsional dan Penyuluh Agama Bidang Kerukunan Umat Beragama (KUB) yang sudah terbiasa menyisir jalan setapak menghadiri acara pengajian di malam hari.

Dalam sambutannya, H. Wawan Ali Suhudi mengulas pentingnya pendidikan di tengah-tengah situasi yang sangat membutuhkan sentuhan pendidikan. Pendidikan merupakan sarana penting yang mampu mengantarkan generasi pada terciptanya kehidupan yang mapan.

“Gapai dan rangkailah cita-cita kalian melalui pendidikan. Padukan Ilmu umum dengan Ilmu agama agar tercipta karakteristik yang mempesona”, ajakan Ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Kabupaten Probolinggo ini.

Wawan juga mensiratkan saat ini yang kita perlukan adalah membangun kultur dan menanamkan budaya pendidikan kepada masyarakat. Pemberdayaan ekonomi, sosial dan budaya bahkan keamanan masyarakatnya dapat ditentukan sumber daya manusianya. SDM yang berkualitas akan mampu menciptakan satu generasi berilmu, bermoral dan berkualitas. Melalui merekalah pembangunan Indonesia seutuhnya bisa terwujud.

Kita bangun kultur dengan menanamkan budaya pendidikan. Sampai akhirnya mereka menganggap bahwa pendidikan itu penting, tidak akan ada lagi orang tua yang terburu-buru untuk menyegerakan putra-putrinya menikah sebelum menamatkan pendidikannya. Saat pendidikan sudah merata maka saat itu pulalah tatanan kehidupan yang maju akan tercapai.

Wawan juga menjelaskan bahwa dalam menjalankan tusinya, juga dibantu Penghulu terkait bidang pernikahan, Penyuluh agama fungsional dan Non PNS dengan 8 bidang; Kerukunan Umat Beragama, Pencegahan radikalisme dan aliran menyimpang, penanggulangan penyalahgunaan narkoba, pengentasan buta aksara Al-Qur’an, pembentukan keluarga sakinah, pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan zakat, penyelessaian sertifikasi wakaf, pengenalan dan pengelolaan produk halal. Dan malam ini Bidang KUB yang kita hadirkan. H. Malik DM mengulas sejarah pembejaran al-Qur’an dengan metode-metodenya mulai tahun 1969 hingga munculnya istilah sebutan TPQ. KH. Mas Ismail kupas suatu keberuntungan yang diberikan hidayah ilmu oleh Allah demi menjaga keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Karena setiap tindakan akan selalu membutuhkan ilmu pengetahuan, dan pesantrenlah solusi yang tepat, tandasnya.

Sementara Habib Abdul Qadir mendoakan “Semoga semua santri menjadi orang thaat kepada Allah, Rasulullah dan kedua orang tua, alim ilmunya dan mampu meningkatkan ibadahnya serta diberikan kesabaran dalam jiwanya.” (Aan).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s