Ramadhan Lahirkan Kesadaran Diri, Dari Dimensi Kemanusiaan Menuju Dimensi Ketuhanan

Kultum Wawan

Kab. Probolinggo (Inmas) Bertempat di Masjid Ar-Rohiem Kankemenag siang tadi (22/5) Kepala KUA Wonomerto H. Wawan Ali Suhudi memberikan Kultum pasca Sholat Dhuhur dengan tema “Motivasi menyambut bulan Ramadhan menuju Insan Muttaqin” sebagaimana tema Kajian kemarin. (Selasa, 22/5/2018).

Wawan menyatakan bahwa puasa sebagai penghubung dimensi kemanusiaan dengan dimensi ketuhanan. Melalui kedua dimensi tersebut seorang hamba akan mendapatkan predikat muttaqin jika ia sanggup melalui tahapan-tahapan penghambaan hakiki. Sebagaimana apa yang disampaikan oleh Allah Swt yang artinya; “Wahaiorang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar supaya kamu bertaqwa”. (Q.S. Albaqarah : 183).

Kemudian ia bercerita saat mudanya yang selalu dilatih orang tuanya untuk membiasakan diri berpuasa sesuai kemampuan dirinya yang disesuaikan umurnya. Ini merupakan suatu bentuk pembiasaan kepada anak-anak kita agar sejak usia dini untuk dilatih mengenal ajaran agama termasuk dilatih berpuasa agar mereka kelak disaat sudah tertaklif hukum (tamyiz) tidak kaget, jelas Wawan.

Karena itu, selayaknya kita yang sudah semakin tua ini untuk mengingat apa-apa yang telah diajarkan sesepuh dan pendahulu kita agar kita jaga dan lestarikan kebaikannya dalam wujud aplikatif berkesinambungan agar anak-anak kita kelak terbiasa dan sesuai harapan menjadi insane muttaqin yang mampu mensinergikan dimensi kemanusiaan dengan dimensi ketuhanan. Dan kalau itu semua terwujud maka kehebatan Ramadhan atas rahasia dan istimewa termaghlugh akan terhampar luas dengan mata batin kita. Yakni puasa menuju insan paripurna yang kita sebut muttaqin.

Sebenarnya masih banyak lagi kehebatan dan hikmah Ramadhan yang tidak mungkin kita kupas hanya dengan Kuliah tujuh menit seperti saat ini. Untuk itu marilah kita tingkatkan keimanan, ketaqwaan, perbanyak bershodaqah, terapkan kejujuran dalam berbagai kondisi hidup sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw. Sehingga kedisiplinan hidup akan terwujud karena Ramadhan selain menciptakan insan Muttaqin juga akan melahirkan kedisiplinan. Dengan disiplin akan rapilah aktifitas menuju kebaikan dan dengan taqwa akan Allah permudah segala urusan bahkan rizkinyapun datang tanpa terduga.

Setiap senin s/d kamis pagi hingga menjelang sholat Dhuhur dilaksanakan Pendalaman Tajwid, metodologi pembelajaran al-Qur’an, dan Tadarrus Ramadhan. Dan hari ini jadwal Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) dan PAINPNS. (Aan).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s