Bina ASN Putaran IV, Dengan Tema : Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Untuk Menangkal Radikalisme

Kab. Probolinggo (Inmas) Bertempat di MI. Raudlatul Jannah I Sumberpoh Kecamatan Maron hari ini selasa, 5 Juni 2018 Kememag kembali melakukan pembinaan ASN putaran ke IV yang mencakup tiga kecamatan; Maron, Gending dan Banyuanyar. (5/6).

Dalam acara yang dihadiri Kepala Kankemenag H. Santoso, Kasi PendMa Didik Heriyadi, para pengawas RA-Madrasah, juga dilaksanakan Workshop “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Untuk Menangkal Radikalisme” dengan mengikutvsertakan para pendidik dan ASN di Kecamatan Maron, Gending dan Banyuanyar.

Acara diawali dengan Pelantunan gema wahyu Ilahi, Indonesia Raya dalam gema kebangkitan jiwa perjuangan serta Mars Madradah yang indah membahana. Dalam laporannya Kasi PendMa menyatakan bahwa pendidikan yang baik harus terus dipertahankan dan diamalkan dalam keseharian kita ini.

“Kita hargai, pahami untuk diamalkan tradisi tradisi baik yang ditinggalkan oleh orang tua sebagai pendahulu kita. Hindari paham paham dan doktrin yang akan menyebabkan kita tersesat dari jalan yang benar. Maka diperlukan untuk banyak membaca dan sharing dengan sesama.

Sebagai ASN, kita menyadari bahwa ruang gerak kita dibatasi dengan peraturan perundangan, karenanya pahami PP. 53/2010 serta peraturan terkait lainnya agar kita mengerti kontek yang diinginkan yakni kedisiplinan mengajar tidak kurang dari 37,5 JP perminggunya. Daftar kehadiran juga akan berpengaruh pada tukin dll. Kita juga dituntut memiliki loyalitas tinggi terhadap 4 pilar Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI. Hanya dengan loyalitas yang tinggi akan manpu mewujudkan prohram yang berkualitas kedepan akan kita gagas Gerakan madrasah berbudaya, ucap Didik.

H. Santoso selaku Kepala Kankemenag menyampaikan bahwa ASN adalah pegawai negeri sipil yang telah menerima amanah dari pemerintah untuk bekerja sesuai tugas dan fungsinya sebagaimana yang tadi telah dijelaskan Kasi PendMa.

Kita pahami SKB tiga menteri yang salah satu isinya ASN akan ditarik ke lembaga negeri dan hingga saat ini belum dicabut. Semoga acara seperti ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan madrasah mampu bersaing dengan berbagai pola pendidikan yang ada saat ini. Guru harus mampu menangkal paham paham radikal yang akan merongrong persatuan dan kesatuan di negeri ini akan tetapi kita harus terua berjuang membumikan Pancasila di tengah tengah masyarakat agar mereka menjadi pribadi pribadi muslim dan Pancasilais dan agamis. Mereka mampu beramal sesuai ilmunya seperti untuk mengeluarkan zakat, infaq dan shodaqah serta ibadah dan kebajikan lainnya. (Aan).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s