Sholat dan Puasa Sebagai Sarana Ma’rifatullah

Taufieq

Kab. Probolinggo (Inmas) Sebagai kelanjutan rangkaian kegiatan Kajian dan Kultum Ramadhan, Kamis, 7 Juni 2018 Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Sekolah (PAIS) H. Taufieq mengangkat tema; “Sholat dan Puasa sebagai sarana ma’rifat kepada Allah SWT”. (7/6/2018).

Dengan didampingi Kasubag Tata Usaha Kankemenag Bpk H. Fausi, Kasi PD. Pontren H. Taufik dan Kasi Bimas Islam H. Muh. Barzan, salah seorang Penyuluh Agama fungsional membawakan acara mengajak jajaran ASN bersama-sama mendengarkan materi yang akan dikupas oleh Kasi yang sebelumnya sebagai salah seorang Kasi di Kemenag Kota Probolinggo tersebut.

Dalam paparannya, Taufieq bahwa perkembangan dan kemajuan dunia yang sangat pesat ini bukan berarti menjadi penghalang bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Maka melalui momentum Ramadhan dengan puasa, sholat dan ibadah lainnya masih bisa menjadi sarana kita untuk mencapai tujuan hakiki yaitu menuju Insan Munttaqin sebagaimana telah tergambar luas dalam kitab Allah “Al-Qur’an”.

Pada prinsipnya, Sholat adalah sebagai tiang agama, siapapun yang mendirikan sholat berarti telah menegakkan agama dan siapapun yang telah meninggalkannya maka sebenarnya ia telah meruntuhkan agama. (Al-Hadits).

“Jadi tegak dan runtuhnya tiang agama maka sholatlah Jawabannya dan kita selalu berkewajiban untuk menegakkan sendi-sendi agama bukan justru meruntuhkannya”, tandas Taufieq.

Kita harus menjaga kekhusu’an sholat dan ibadah lainnya. Banyak hal yang bisa kita ketahui kalau kita melakukan sholat dengan khusu’. Sementara puasa dan sholat akan menjadikan setiap manusia menjadi disiplin dalam setiap tindakan serta mampu menumbuhkan sikap jujur dan ikhlas dalam bertindak karena Sholat berpotensi menjauhkan setiap diri dari perbuatan keji dan munkar. Jadi intinya kita harus bisa merubah mindset dengan meminta pertolongan hanya kepada Allah SWT dengan sabar dan sholat sebagaimana penjelasan Al-Qur’an.

Ketika puasa kita laksanakan dengan baik maka kita akan mendapatkan malam yang dikenal dengan Lailatul Qadar dengannya akan kita peroleh nilai malam seribu bulan, tingkatkan kualitas puasa dan sholat itu sehingga gilirannya akan menjadikan kita “Ma’rifatullah”. Bahkan kalau bisa “Jadikan momentum ramadhan setiap malamnya untuk meraih lailatul Qadar, tutup Taufieq.(Aan).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s