Sentuhan Membesarkan Hati Anak Yatim

 

KUA Wonomerto santuni yatim

Kab. Probolinggo (KUA) Kepala KUA Kecamatan Wonomerto H. Wawan Ali Suhudi menjelaskan bahwa selain menghidupkan Ramadhan dengan kegiatan Tadarrus, Kajian, Qiyamul lai dengan Tarawih-Witir, namun bagian penting yang lain perlu mendapatkan perhatian kita untuk menyantuni anak-anak yatim-piatu agar bisa memberikan sedikit kegembiraan kepada mereka di bulan mulia ini. (Jum’at, 8/6/2018).

Sesungguhnya, orang yang berbuat kebaikan kepada anak orang lain adalah orang yang telah memasukkan rasa gembira di hati mereka. Tidak diragukan lagi, Allah pasti tidak akan menyia-nyiakannya, karena Allah Maha Pengasih dan Mencintai semua orang yang pengasih. Maka, kasihilah anak yatim, niscaya Allah akan memperbaiki urusan dunia dan akhirat kita.

Islam mendorong pemeluknya agar memiliki akhlak mulia. Salah satu akhlak mulia itu adalah menyantuni anak yatim. Sesungguhnya, anak yatim adalah manusia yang paling membutuhkan pertolongan dan kasih sayang. Karena ia adalah anak yang kehilangan ayahnya pada saat ia sangat membutuhkannya. Ia membutuhkan pertolongan dan kasih sayang kita, karena ia tidak mungkin mendapatkan kasih sayang ayahnya yang telah tiada.

Rasulullah bersabda: “Orang-orang yang pengasih, akan dikasihi oleh Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) Tabaaroka wa ta’ala. Kasihilah siapa yang ada dibumi niscaya engkau dikasihi oleh yang di langit.” [HR. Abu dawud, Tirmidzi dan lain-lain. As silsilatu Shahihah: 925].

Ada banyak cara untuk membuat gembira hati para anak yatim seperti dengan memberinya makanan, pakaian, dan menanggung kebutuhan-kebutuhan pokoknya. Bahkan mengusap kepalanya dengan menunjukkan kasih sayang kepadanya itu keindahan tersendiri yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. dan akan memberikan pengaruh besar terhadap kejiwaan anak yatim tersebut.

Dan yang terpenting dari itu semua memberikan pendidikan yang layak kepada mereka seakan-akan kita mendidik anak kita sendiri, di sinilah tugas guru dan pendidik untuk memperlakukan mereka para anak yatim dengan pelayanan sama seperti anak-anak didik kita yang bukan yatim.

“Jika Allah mengetahui ketulusan niat seseorang, niscaya Dia akan membantunya dalam melaksanakan perbuatan baik”. Maka, sebaiknya kita memiliki satu azam yang kuat untuk beramal shalih, walaupun dengan sekedar niat dalam hati sampai suatu saat Allah memberikan kesempatan kita beramal sholih, dan hari ini kita santuni 18 anak semoga Allah akan membahagian mereka di dunia dan membahagiakan kita kelak di hari Qiyamah, jelas Wawan. (Aan).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s