Tim BHR : Sambil Menunggu Itsbat Pemerintah, 1 Syawal 1439 H Dipastikan Jatuh Jum’at Besok

Tim BHR Probolinggo

Kab. Probolinggo (BHR) Tim Badan Hisab Ru’yah Kabupaten Probolinggo yang terdiri dari unsur Badan Hisab Rukyat Kemenag,  Pengadilan Agama Kraksaan, Pemkab (Kesra), MUI, Ponpes, Perguruan tinggi UNUJA, Ormas PCNU Probolinggo dan Kraksaan,  PD. Muhammadiyah,  Al Irsyad dan tokoh Agama setempat tadi sore melaksanakan Ru’yatul Hilal di Pantai Duta Paiton untuk menentukan 1 Syawal 1439 H. (Kamis, 14/6/2018).

Sebelum melakukan Ru’yatul hilal Tim BHR sebenarnya sudah melakukan penghitungan hisab yang berfungsi untuk mendukung ru’yah sebagaimana yang dijalankan salah satu ormas islam yang juga masuk dalam tim. Namun demi menjalankan apa yang disampaikan oleh Rasulullah Saw pemantauan hilal melalui ru’yah tetap dilaksanakan. Berikut ini hadis Rasulullah Saw yang mendasari pelaksanaan ru’yah : “Satu bulan itu dua puluh sembilan hari. Maka janganlah kalian memulai ibadah shaum sampai kalian melihat Al-Hilâl, dan janganlah kalian ber’idul fitri sampai kalian melihatnya. Jika terhalang atas kalian maka sempurnakanlah bilangan (bulan menjadi) tiga puluh (hari).“ Diriwayatkan dari Al-Bukhari 1906; Muslim 1080; An-Nasâ’i no. 2121; Demikian juga Mâlik dalam Al-Muwaththa’ no. 557; Ahmad (II/63)

 “Bershaumlah kalian berdasarkan ru’yatul hilâl dan ber’idulfitrilah kalian berdasarkan ru’yatul hilâl. Jika (Al-Hilâl) terhalangi atas kalian, maka tentukanlah untuk (bulan tersebut menjadi) tiga puluh.”  Diriwayatkan dari Al-Imâm Al-Bukhâri 1907; Asy-Syâfi’i dalam Musnad-nya no. 435 (I/446).

Namun itu penetapannya tetap dilaksanakan oleh Pemerintah dalam hal ini Menteri Agama sebagai pemilik Wilayatul Hukmi yang kemudian dipublis untuk seluruh umat islam se Indonesia, jelas salah seorang tim BHR Probolinggo. Dan Pemerintah melalui Kementerian Agama sejak tahun 1962 lalu sudah melakukan sidang Itsbat (penetapan) awal bulan, di mana hasil hisab dan rukyat hilal, dikaji bersama, baik oleh Kemenag, ormas Islam, perguruan tinggi, dan lain sebagainya, untuk memberi pertimbangan kepada Menag sebelum Menag mengambil keputusan.

Hilal memang tidak bisa terlihat di semua tempat ru’yah, namun jika ada satu tempat saja yang dapat melihatnya, maka dipastikan 1 Syawal 1439 H akan jatuh pada hari Jum’at, 15 Juni 2018. Bahkan di beberapa tempat seperti di Manado (mulai pukul 18:10 WITA), Palu (mulai pukul 18:17 WITA) dan Condrodipo Gresik jam 17.24 WIB oleh Ust Inwanudin, Ust Syamsul Ma’arif hilal dinyatakan terlihat, ungkap Imamuddin NF salah seorang tim yang sekaligus Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Probolinggo dengan didampingi tim BHR Kemenag yang lain. (Aan).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s